Jangkauan Promosi dan Pemasaran Terus Meluas, Produk Unggulan dan Potensi Wisata Purworejo Masuk Bandara YIA

TINJAU. Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA bersama para kepala OPD meninjau display produk unggulan UMKM dan Potensi Wista Purworejo di Bandara YIA,
TINJAU. Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti MA bersama para kepala OPD meninjau display produk unggulan UMKM dan Potensi Wista Purworejo di Bandara YIA,

MAGELANGEKSPRES.COM,PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus memperluas jangkauan promosi dan pemasaran produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta potensi wisata. Salah satu lokasi strategis dan bergengsi yang telah berhasil ditembus yakni Bandar Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo.

Saat ini, sedikitnya ada 36 item produk UMKM Kabupaten Purworejo mengisi both UMKM di YIA. Ada 4 jenis yang ditampilkan, yakni produk makanan, fashion, minuman, dan kerajinan.

Selain itu, potensi wisata Purworejo juga turut dipromosikan. Kini yang tersedia baru leaflet, tetapi kedepannya akan dilengkapi dengan berbagai foto yang dipajang dengan both tersendiri.

Berbagai produk unggulan Purworejo di bandara mendapat perhatian dari Pjs Bupati Purworejo, Ir Yuni Astuti MA dengan meninjaunya langsung pada Rabu (2/12). Tidak sendiri, Pjs Bupati mengajak rombongan dari beberapa OPD terkait, antara lain Asisten Bidang Perekonomian Boedi Hardjono, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Bambang Susilo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo, Kabag Perekonomian Titik Mintarsih, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama.

Yuni Astuti mengaku merasa perlu melihat dari dekat display produk UMKM Purworejo di bandara internasional itu. Pihaknya menilai sudah selayaknya Purworejo menampakan diri melalui produk unggulan.

Baca Juga
Perketat Prokes Setiap Tahapan Pilkada, Pjs Bupati: Jangan Lengah Hadapi Covid-19

“UMKM ini merupakan produk dari masyarakat Purworejo. Memang kita bersama dengan produk dari daerah lain di Jawa Tengah. Ada sekitar 99 produk dan kita memajang 36 produk. Jumlah yang besar dan saya nilai ini karena Purworejo memang dekat dan menjadi semacam benefit bagi Purworejo,” kata Yuni Astuti.

Yuni Astuti mengapresiasi langkah OPD terkait, khususnya Dinas KUKMP untuk mengangkat produk UMKM Kabupaten Purworejo dengan membidik pangsa internasional. Diharapkan, produk yang ada dapat muncul dan dikenal luas oleh khalayak umum.

Artikel Menarik Lainnya :  Gugatan Pembangunan Bendungan Bener Purworejo Tinggal Putusan

“Nilainya kan tentu beda kalau dibanding dengan harga di luar. Ini akan menjadi buruan kalangan yang terbiasa naik pesawat terbang dari berbagai tempat baik domestik maupun manca,” ungkapnya.

Melihat produk yang ditampilkan, Yuni menyatakan optimistis hasil UMKM di Purworejo akan laku. Disejajarkan dengan produksi wilayah lain juga sudah sekelas dan berkelas.

“Di sini ada makanan, batik, sepatu dan juga kaus yang dibuat oleh kaum difabel. Sepatunya juga luar biasa, sangat halus dan itu masih good price,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan barang yang dipajang di bandara akan mematik para pengusaha lain untuk terus berbenah. Keberadaannya akan berkembang dari mulut ke mulut dan membuat para pengusaha bangga.

“Ada tantangan bagi produk yang belum bisa masuk untuk selalu berusaha agar produknya semakin baik,” paparnya.

Lebih lanjut Yuni Astuti juga mengapresiasi adanya langkah dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo yang mengambil bagian dengan memasarkan potensi wisata di Purworejo. Meski baru sebatas leaflet, hal itu sangat dibutuhkan wisatawan.

“Purworejo itu dekat dengan bandara, kita memiliki potensi dan ditawarkan ke tempat ini. Mungkin di kesempatan pertama mereka belum melihat Purworejo, tapi di kesempatan kedua dan berikutnya bisa mengagendakan untuk datang ke Purworejo dari promosi yang dilakukan ini,” tandasnya.

Kepala Dinas KUKMP Purworejo, Bambang Susilo, menyebut sebenarnya Purworejo mengajukan 90 hasil UMKM. Kurasi awal dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi setelah dikirimkan ke Semarang berkurang menjadi 40 item.

“Terakhir hasil kurasi dari Angkasa Pura menyisakan 36 produk dan ditampilkan bersama dengan produk lain dari Jawa Tengah,” kata Bambang.

Kepala Dinas Dinparbud Purworejo Agung Wibowo menyatakan selama ini memang membangun komunikasi aktif dengan pihak Angkasa Pura. Keberadaan leaflet potensi wisata menjadi satu d iantara beberapa kerja sama yang dijalin.

Artikel Menarik Lainnya :  Jangan Lengah ! Angka Positif Covid Terus Bertambah

“Nanti masih ada both yang memajang wisata dan kesenian di Purworejo. Selain itu kita juga mendapatkan kesempatan untuk menampilkan atraksi seni di bandara ini,” terangnya. (top/adv)