Resahkan Warga, Senderan Retak Sepanjang 12 Meter Dibongkar

DIBONGKAR. Senderan rumah sepanjang 12 meter  di Desa Sawangan, Kecamatan Leksono akhirnya dibongkar
DIBONGKAR. Senderan rumah sepanjang 12 meter  di Desa Sawangan, Kecamatan Leksono akhirnya dibongkar

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Resahkan warga, senderan rumah sepanjang 12 meter di Desa Sawangan, Kecamatan Leksono akhirnya dibongkar kemarin. Retakan tersebut muncul setelah hujan seharian penuh. Pembongkaran merupakan inisiatif warga setempat dibantu anggota Koramil dan Polsek Leksono.

“Pembongkaran itu untuk menghindari ancaman senderan ambrol, sebab sudah ada retakan cukup panjang dan lebar. Sementara hujan masih akan terus terjadi hingga awal tahun depan,” ungkap Danramil 13/Leksono, Lettu Inf Salman.

Menurutnya,  hujan yang mengguyur wilayah Wonosobo beberapa hari terakhir ini mengakibatkan beberapa tanah longsor kecil dan keretakan tanah. Seperti yang terjadi di Dusun Rowokele, Desa Sawangan, Kecamatan Leksono. Senderan rumah sepanjang 12 meter dan tinggi 3,5 meter milik Haryanto Bagio mengalami keretakan.

“Posisnya membahayakan, karena dibawahnya masih ada pemukiman. Akhirnya sepakat dibongkar saja sehingga risikonya bisa diprediksikan daripada ambrol sendiri justru tidak bisa diprediksikan waktunya. Itu malah membahayakan. Intinya menghidari kerugian lebih besar, ” katanya.

Sebelum pembongkaran dilakukan telah berkoodinasi dengan pemilik rumah, aparat desa setempat dan Polsek Leksono untuk mengambil langkah yang terbaik guna menghidari terjadinya longsor yang bisa membuat kerugian lebih besar lagi.

“Karena saat ini hujan masih sering turun, sehingga diputuskan untuk melakukan pembongkaran senderan dan dapur tersebut guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Danramil mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dan saling peduli terhadap lingkungan sekitar.  Seperti apabila ada saluran air yang tersumbat, retakan pada tebing atau mendengar suara gemuruh maka segera melapor ke pemerintah setempat untuk diambil langkah-langkah pencegahan seperti saat ini.

“Setelah cuaca membaik, pemerintah desa harus membantu untuk melakukan rehab senderan itu,” pungkasnya. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Smart City : Program Smart Environment di Kalimendong, Tak Ada Sampah Terbuang Sia-sia