Pemkab Temanggung Siapkan Gedung BLK untuk Perawatan Covid-19

BLK. Salah satu gedung milik Pemerintah Kabupaten Temanggung di lingkungan Kantor Dinas Tenaga Kerja yang akan digunakan sebagai gedung perwatan pasien Covid-19. 
BLK. Salah satu gedung milik Pemerintah Kabupaten Temanggung di lingkungan Kantor Dinas Tenaga Kerja yang akan digunakan sebagai gedung perwatan pasien Covid-19. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung akan mempersiapkan tempat perawatan untuk warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 dalam kurun waktu beberpaa pekan terkahir ini.

Bupati Temanggung M AL Khadziq mengatakan, pemerintah akan menyiapkan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Dinas Tenaga Kerja, sebagai salah satu tempat untuk perawatan bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, selain sejumlah rumah sakit yang saat ini sudah siap melayani perawatan pasien Covid-19.

“BLK akan kami siapkan untuk perawatan lanjutan, setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit,” terang Bupati, Selasa (1/12).

Ia menjelaskan, warga Temanggung yang akan menjalani perawatan di BLK yakni warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun yang tidak dalam kondisi parah. Selain itu juga untuk warga yang terkonfirmasi positif yang sudah mulai membaik selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Berdasarkan asesmen dan penilaian pasien, khususnya pasien-pasien sudah penyembuhan, recoverinya sudah mulai membaik,” jelas Bupati.

Baca Juga
Kasus Covid-19 di Magelang Kembali Melonjak, Sehari Bertambah 180 Pasien Positif

Artinya, bagi pasien yang sudah menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya semakin membaik maka perawatan selanjutnya akan dilakukan di gedung BLK sambil menunggu masa karantina selesai. Sehingga ketika kembali berkumpul dengan keluarga dan masyarakat sudah benar-benar bebas dari Covid-19.

“Yang masih butuh perawatan ringan saja, tim medis juga akan terus melakukan pemantauan,”katanya.

Namun kata Bupati, bagi pasien yang kondisinya masih butuh perawatan medis, maka perawatan masih tetap akan dilakukan di rumah sakit. Nantinya rumah sakit yang akan menentukan siapa yang sudah bisa melaksanakan perawatan lanjutan dan masih tetap menjalani perawatan di rumah sakit.

Artikel Menarik Lainnya :  Situs Liyangan di Temanggung Ditetapkan jadi Rumah Peradaban

Bupati menambahkan, meskipun disiapkan sebagai tempat perawatan namun, kemungkinan besar belum akan dilengkapi dengan peralatan medis. Sebab nantinya yang menjalani perawatan di BLK adalah pasien yang sudah dalam masa penyembuhan saja.

“Kalau obat-obatan pasti akan dipenuhi, kalau alat medis mungkin belum, karena pasien yang di BLK nanti rencannya yang kondisinya sudah semakin membaik,”tandas Bupati.

Berdasarkan inforgrafis yang diunggah oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung pada Senin (30/11), jumlah terkonfirmasi secara keseluruhan yakni sebanyak 1626 kasus. Terkonfirmasi saat ini 515 kasus, terkonfirmasi sembuh 1.039. Terkonfirmasi meninggal dunia 72 kasus. Dengan gejala dan dalam perawatan rumah sakit 72 dan tanpa gejala dengan menjalani isolasi mandisi 443 kasus.(set)