Pameran Seni Rupa Bertajuk ”Lotre” di Magelang

LOTRE. Karya seni rupa dipamerkan di salah satu toko modern di kawasan Alun-alun Kota Magelang, bertajuk ”Lotre”. Pameran ini diadakan hingga 7 Desember 2020 mendatang.
LOTRE. Karya seni rupa dipamerkan di salah satu toko modern di kawasan Alun-alun Kota Magelang, bertajuk ”Lotre”. Pameran ini diadakan hingga 7 Desember 2020 mendatang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG TENGAH – Sejumlah perupa di Magelang menggelar pameran bersama di tengah pandemi Covid-19. Puluhan karya lukisan ini dipamerkan di lantai dasar salah satu toko modern di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Ajang ini bertema ”Lotre”.

Oleh 20 perupa dari Komunitas Magelang Ora Umum, Lotre dijadikan media untuk mewujudkan ekspresi sekaligus harapan ke depan. Lukisan, mural, dan instalasi dipamerkan sejak 28 November lalu sampai 7 Desember mendatang.

Kurator Gelar Karya Lotre, Muhammad Nafi, menjelaskan alasan Lotre diambil sebagai tema pameran seni rupa tersebut. Menurutnya, dia mengutip pernyataan dari sumber anonim bahwa hidup ini seperti sebuah lotre besar, di mana hanya tiket para pemenanglah yang diperlihatkan.

”Mengangkat topik lotre, karena memang sekarang kita berada di situasi yang gambling. Masa pandemi Covid-19 membuat kita gambling, termasuk seniman gambling apakah karyanya laku atau tidak,” kata Nafi, Selasa (1/12).

Ia menjelaskan, ruh pelaku seni sebagaimana ritual keseharian diibaratkan seperti lotre. Kehidupan juga diperumpamakan dengan lotre, karena di setiap sendinya selalu ada pengharapan.

Baca Juga
Prajurit Kodim Latihan Menembak dengan Pistol

”Bisa jadi dengan nilai-nilai yang mengalir begitu manusiawi itu melahirkan karya-karya yang tulus, berkarakter, bahkan sering mengejutkan. Kehidupan seni yang dirawat dengan ekspresi dan kreativitas seintens tarikan napas menjadikannya tampak hidup, bergairah, dan bernyawa,” katanya.

Nafi menyebutkan, setidaknya dalam satu dekade ini ia melihat perupa Kota Magelang menjalani laku kreativitas dengan atmosfer seperti ”Lotre” tadi. Tidak mengherankan jika hal ini juga melahirkan karya-karya yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, tidak terduga, bersifat kejutan, dan memantik harapan.

”Sebagaimana lotre di mana perhitungan menjadi kunci dari semua permainan. Kepribadian seni para perupa ini mempunyai kelas tersendiri yang perlu diperhitungkan,” sebutnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Ketua DPRD Kota Magelang: Jangan Tutupi Kasus Covid-19

Di tengah situasi gambling laiknya lotre ini, Nafi berpesan kepada para seniman agar memiliki kekuatan dari dalam diri sendiri terlebih dahulu. Hal ini diwujudkan dengan terus berkarya meski di masa sulit, sehingga ada harapan ke depan karyanya akan menjadi berarti.

”Para peserta merupakan perupa yang tidak bisa dipandang remeh. Sebab, tidak sedikit yang sudah memiliki nama di dunia seni rupa. Banyak juga yang sudah puluhan tahun berkecimpung di seni rupa, bahkan karyanya sudah diakui di pasaran,” jelasnya.

Nafi menjelaskan, pengunjung bisa bebas menyaksikan aneka rupa lukisan bergaya realis, surealis, maupun impresionis itu. Termasuk karya instalasi.

”Sekitar 60 persennya merupakan karya baru dari peserta. Selama gelar karya, pengunjung pun bisa membelinya dan bernegosiasi dengan pelukisnya. Kebetulan sudah ada tiga karya yang laku terjual di pameran ini,” katanya. (wid)