Petani Kopi di Temanggung Mulai Kesulitan Pupuk

RAWAT. Salah satu petani sedang merawat tanaman kopi. 
RAWAT. Salah satu petani sedang merawat tanaman kopi. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Petani Kopi di wilayah Kecamatan Gemawang mengalami kesulitan pupuk, kondisi ini membuat perawatan kopi di daerah Temanggung utara ini tidak maksimal. Petani berharap ada solusi dari pemerintah sehingga dalam waktu dekat ini pupuk bisa segera dibeli petani.

“Sudah tiga bulan terakhir ini pupuk susah sekali didapat, saya tidak tahu persis apa penyebabnya,” ujar Trisan salah satu petani kopi di Kecamatan Gemawang, Senin (30/11).

Ia menuturkan, kesulitan petani dalam memperoleh pupuk ini, membuat perawatan tanaman kopi tidak bisa maksimal. Seharusnya pada bulan Oktober hingga Desember mendatang merupakan waktu yang sangat tepat untuk pemupukan kopi.

“Kalau biasanya saat ada stok pupuk, awal bulan Oktober sudah mulai dipupuk, kemudian nanti akhir Desember juga dipupuk lagi, tapi sekarang pupuk nya susah didapat,” tuturnya.

Ia menyebutkan, pupuk yang digunakan petani kopi yakni pupuk jenis urea, pupuk ini memang sangat dibutuhkan tanaman kopi pada saat pembuahan. Sehingga ketika tidak dipupuk dengan menggunakan urea ini petani takut pembuahan tidak maksimal dan akan berpengaruh pada produksi kopi tahun 2021 mendatang.

“Jika sampai dengan akhir Desember mendatang petani belum bisa mendapatkan pupuk ini, hal itu bisa terjadi,” ungkap Trisan.

Baca Juga
28 Pelatih SSB di Kabupaten Magelang Jalani Coaching Clinic

Padahal kata trisan, dari sejumlah toko yang biasa menjadi agen pupuk di Kecamatan Gemawang, pupuk urea baru akan datang dan bisa dibeli pada bulan Februari mendatang.

Itupun katanya, petani yang bahkan membeli pupuk harus menggunakan Kartu Tani, sedangkan kuota yang ada di kartu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pemupukan.

“Pupuk menjadi permasalahan yang besar bagi petani, jika kondisinya seperti ini terus petani yang semakin dirugikan,” keluhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hati-hati, Diduga Akta Cerai Palsu Beredar di Temanggung

Senada juga diungkapkan oleh Jayadi petani kopi lainnya. Menurutnya, kesulitan mendapatkan pupuk tidak hanya dialami ditahun ini saja, melainkan hampir setiap tahun.

“Tapi untuk tahun ini memang cukup parah,” keluhnya.

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi petani sehingga aktivitas petani dalam upaya meningkatkan produksi kopi bisa tercapai.

“Hanya pemerintah yang bisa memberikan solusi, sebab peraturan pupuk yang membuat pemerintah, kami tidak bisa berbuat banyak,” harapnya. (set)