Kasus Meningkat, Pemkab Temanggung Diminta Serius Tacongani Covid-19

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung diminta untuk lebih serius menangani kasus Covid-19. Pasalnya dalam waktu beberapa pekan terakhir ini kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) Slamet saat sidang paripurna dengan agenda pembahasan Promperda, Raperda dan Raperbub APBD Kabupaten Temanggung tahun anggaran 2021 hasil pembahasan badan anggaran DPRD, Senin (30/11).

“Lonjakan kasus Covid-19 bulan ini cukup meningkat banyak, Temanggung masuk zona merah,” katanya saat menyampaikan hasil pembahasan Banggar, Senin (30/11).

Oleh karena itu katanya, DPRD mendorong perlunya kejelasan protap penanganan Covid-19 bagi warga yang positif namun masih harus menjalani karantina mandiri.

“Siapa yang menjaga dan mengawasi sehingga tidak muncul klaster baru,” katanya.

Slamet menuturkan, pemerintah juga harus mengambil langkah untuk mengurangi penyebaran Covid-19, dengan mengurangi kerumunan-kerumunan yang ditimbulkan karena kegiatan yang tidak penting.

“Membatasi yang tidak penting yang bisa menimbulkan kerumunan orang contohnya cara free day,” tuturnya.

Baca Juga
Korban Sempat Disetrum, Polisi Tangkap Enam Pelaku

Senada disampaikan Anggota Fraksi PPP Ahmad Syarif Yahya. Menurutnya, masa pandemi saat ini masih terus berlangsung untuk itu F-PPP berharap agar pemerintah daerah tidak bosan bosan melakukan sosialisasi juga edukasi kepada masyarakat secara kontinu akan gerakan sadar kesehatan keluarga dan lingkungan sebagai upaya menciptakan masyarakat yang semakin menyadari arti sehat.

“Dan menghindari penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, dengan tidak lupa untuk terus berdo’a memohon kepada Alloh SWT. Agar senantiasa tetap diberi kesehatan dan keselamatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, secara umum bahwa akibat pandemi Covid-19 ekonomi nasional masuk resesi, yang berakibat pada lambannya pertumbuhan ekonomi yang secara langsung berdampak pada postur APBD. Namun demikian F-PPP tetap optmis bahwa asumsi target pencapaian ekonomi makro APBD 2021 tetap memprioritaskan penanganan Covid-19 baik dalam kesehatan, ekonomi, dan sosial, khusunya masyarakat yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Dan APBD Tahun Anggaran 2021 harus dapat secara tegas menyatakan keberpihakannya kepada pembangunan manusia melalui program dan kegiatan yang berorientasi pada upaya menurunkan angka kemiskinan serta berorientasi pada upaya peningkatan pemulihan ekonomi daerah akibat pandemi Covid-19.

Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, semakin meningkatkan kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung, membuat pemerintah daerah dan DPRD sepakat menggelontorkan dana khusus untuk penanganan Covid-19.

APBD 2021 terdapat beberapa program yang diprioritaskan, antara lain untuk penanganan Covid-19. Hal itu mengingat sampai saat ini pandemi belum berakhir dan perlu penanganan serius.

“Fokus pandemi kita menyiapkan dana biaya tak terduga, dana ini sifatnya kebencanaan. Biaya tidak terduga ini sebesar Rp10 miliar untuk penanganan Covid-19. Dengan catatan semoga pandemi ini segera berakhir,” katanya.

Dikatakan, apabila dana tersebut tidak cukup karena pandeminya tidak terkendali, maka akan diajukan penambahan lagi pada APBD Perubahan. Namun demikian, ia berharap corona virus ini bisa segera dikendalikan dan berakhir agar kehidupan kembali normal.

Ketua DPRD Temanggung Yunianto mengatakan, pihak legislatif akan mendukung upaya pihak eksekutif dalam penanganan pandemi Covid-19. Terlebih akhir-akhir ini jumlah warga terpapar corona semakin banyak, sehingga harus digiatkan lagi penanganan yang lebih massif.

“Kami berharap apa yang sudah diputuskan (anggaran Rp10 miliar) ini bisa diaplikasikan, bisa direalisasikan di tahun 2021. Kita akan fokus untuk pelaksanaan kegiatan pada kesehatan karena dampak Covid-19, lalu kita juga akan upayakan pemulihan ekonomi masyarakat,”katanya.

Sementara itu dalam sidang paripurna tersebut disepakati, Pendapatan sebesar Rp1.886.183.150.894 yang terdiri dari PAD Rp263.182.247.894, pendapatan transfer Rp1.560.561.503.000. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp62.439.400.000. Belanja sebesar Rp1.949.350.917.532. Pembiayaan daerah yang terdiri dari

Penerimaan Pembiayaan Daerah Rp76.175.217.625. Pengeluaran Pembiayaan Daerah Rp13.007.450.987. Pembiayaan Netto Rp63.167.766.638 Defisit Sebesar Rp.63.167.766.638. (set)