Tiga Kecamatan di Temanggung Rawan Longsor

LONGSOR. Petugas BPBD sedang melakukan asesmen di lokasi kejadian tanah longsor. 
LONGSOR. Petugas BPBD sedang melakukan asesmen di lokasi kejadian tanah longsor. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Tiga dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung menjadi daerah yang paling rawan bencana tanah longsor. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk semakin meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei menyebutkan, tiga kecamatan dimaksud yakni Kecamatan Kaloran, Kledung dan Kecamatan Gemawang. Ketiga kecamatan ini setiap tahunnya bisa dipastikan ada bencana alam tanah longsor.

“Memang hampir semua kecamatan rawan tanah longsor, tapi ketiga kecamatan itu yang paling rawan dan paling tinggi bencana tanah longsor,” terangnya Rabu (25/11).

Disebutkan, hingga akhir bulan Oktober lalu tercatat 29 kali tanah longsor di tiga kecamatan tersebut. Di kecamatan Kledung 10 kali kejadian, Kaloran 10 kali dan Gemawang 9 kali.

Dari bencana tersebut, kerugian yang ditimbulkan cukup besar hingga puluhan juta rupiah. Namun sampai saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Tanah longsor di ketiga kecamatan itu 50 persen terjadi di lahan pertanian dan 50 persennya terjadi di pemukiman, kepada masyarakat yang tertimpa musibah sudah kami berikan bantuan antara Rp5 juta sampai Rp10 juta tergantung dari kerugian yang dialami,” terangnya.

Dwi menambahkan, secara keseluruhan bencana tanah longsor di Temanggung tercatat sebanyak 143 kejadian. Dan kejadian bencana alam terbanyak memang di tiga kecamatan tersebut.

“Kalau di kecamatan lainnya bencana tanah longsor antara 3 sampai lima kejadian,” terangnya.

Menurutnya, karena sebagian besar wilayah Temanggung berada di wilayah pegunungan dan perbukitan, sehingga hampir semua kecamatannya rawan terjadi tanah longsor. Hanya saja ada yang potensinya besar dan kecil.

“Yang membedakan hanya tingkat kerawanannya saja, tapi hampir semua wilayah memang rawan bencana tanah longsor,” ujarnya.

Selama musim penghujan saat ini, masyarakat yang tinggal di daerah bencana tanah longsor untuk semakin meningkatkan kewaspadaanya. Apalagi jika terjadi hujan dengan waktu yang cukup lama.

“Kenali tanda-tandanya, kewaspadaan semakin ditingkatkan jangan sampai tledor,” pesannya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here