Masyarakat Kendal Demo Tolak Rizieq, AMK Tolak Penceramah Provokatif

GELAR AKSI - Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kendal menggelar aksi damai menolak penceramah yang mempunyai sifat arogansi, provokatif dan dapat memecah belah umat Islam dan umat-umat lainnya.
GELAR AKSI - Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kendal menggelar aksi damai menolak penceramah yang mempunyai sifat arogansi, provokatif dan dapat memecah belah umat Islam dan umat-umat lainnya.

MAGELANGEKSPRES.COM,KENDAL – Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Kendal (AMK) menggelar aksi damai menolak penceramah yang mempunyai sifat arogansi, provokatif dan dapat memecah belah umat Islam dan umat-umat lainnya. Aksi yang digelar di depan GOR Bahurekso Kendal, Selasa (24/11/2020) pagi itu, dilakukan karena masyarakat cinta damai dan ulama di Kendal berkarakter sejuk dalam menyampaikan ceramahnya.

“Selain itu ulamanya juga memberikan bimbingan dan bijaksana di dalam bersikap. Sehingga masyarakat tidak membutuhkan adanya penceramah yang provokatif dan bisa memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Koordinator Aksi Nanang Setiyono. Selain membacakan tujuh sikap, massa juga melakukan aksi teatrikal menolak kehadiran Rizieq Shihab di Kendal untuk melakukan kegiatan apapun.

Selain orasi teatrikal, juga ada pembacaan tujuh sikap, yakni berisi menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah umat, masyarakat Kendal hanya mau dibimbing ulama yang santun bijaksama dan menyejukan umat, serta menolak kehadiran penceramah yang arogan provokatif dan dapat memecah belah umat, akan menjaga NKRI demi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dan mendukung TNI-Polri yang bersifat tegas dalam menangani kelompok intoleran an anarkisme dan mendukug penuh langkah pemerintah dalam penanganan covid dan upaya pemulihan ekonomi serta menghimbau agar seluruh bangsa Indonesia menerapkan protokol kesehatan, berupa 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tandas Anang.

Usai melakukan orasi massa melakukan ritual dengan membuang poster Habib Riziq dan menaburkan bunga di Sungai Kendal. Aksi yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 itu mendapatkan teguran dari petugas Polres Kendal. Petugas meminta kepada koordinator aksi untuk menghentikan kegiatan dan membubarkan massa. Mendapatkan peringatan dari pihak kepolisian massa kemudian membubarkan diri setelah menyampaikan pernyataan sikap. (lid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here