Guru Honorer Jadi Perhatian Mendikbud

UPACARA. Pengurus PGRI Kabupaten Purworejo saat mengikuti upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-75 di ruang lobi kantor Bupati Purworejo.
UPACARA. Pengurus PGRI Kabupaten Purworejo saat mengikuti upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-75 di ruang lobi kantor Bupati Purworejo.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Guru honorer di Indonesia masih belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Hal tersebut diakui oleh Kementerian Pendidikan yang ke depan berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Purworejo, Rabu (25/11). Akibat diguyur hujan, upacara yang semula akan dilaksanakan di halaman Setda, dipindah di lobi kantor bupati.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya menjelaskan kan bahwa guru adalah profesi yang mulia dan terhormat. “Berbagai upaya kami tempuh untuk mencapai menempatkan guru pada posisi itu,” tandasnya.

Baca Juga
Tiga Kecamatan di Temanggung Rawan Longsor

Pada tahun 2021, pihaknya berkomitmen memperjuangkan guru-guru honorer melalui seleksi yang demokratis bagi guru-guru non-PNS menjadi guru ASN PPPK dengan kuota cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah. “Kami memohon doa Bapak dan Ibu guru semua agar langkah kami memperjuangkan hak para pendidik dapat berjalan dengan baik dan lancar.” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sistem pendidikan dimana saja di seluruh dunia, terkena dampak langsung pandemi Covid-19. “Data UNESCO mencatat lebih dari 90% atau di atas 1,3 miliar populasi siswa global harus belajar dari rumah. Hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikannya,” ungkapnya.

Namun dikatakan bahwa selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Banyak pemangku kepentingan di bidang pendidikan bahu-membahu, bergotong royong mengatasi kompleksitas situasi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

“Para orang tua begitu aktif terlibat mendampingi anaknya saat belajar dari rumah. Jutaan guru Indonesia turut serta dalam ribuan webinar dan pelatihan daring. Guru-guru Indonesia giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi,” katanya.

Ia berharap seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

“Pandemi telah memberikan kita momentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM-SDM Unggul untuk Indonesia Maju,” tegasnya.(luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here