KONI Wonosobo Bisa Mencontoh Keberhasilan KONI Grobogan

BANDING. Studi banding KONI Kabupaten Wonosobo di KONI Grobogan bahas langkah kelola organisasi dan prestasi olahraga.
BANDING. Studi banding KONI Kabupaten Wonosobo di KONI Grobogan bahas langkah kelola organisasi dan prestasi olahraga.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Kabupaten Grobogan yang berhasil mendulang prestasi 145 medali pada Porprov Tahun 2018 di Surakarta menjadi contoh yang patut ditiru KONI Kabupaten Wonosobo dan dibedah dalam kunjungan Studi Banding di KONI Grobogan, kemarin (21/11).

Sesuai dengan program KONI Wonosobo tahun 2020, agenda itu ditujukan untuk mengetahui langkah strategis Kabupaten Grobogan dalam melaksanakan pembinaan olahraga prestasi.

“Dilihat dari postur anggaran APBD maupun PAD Kabupaten Grobogan tidak jauh beda dengan Wonosobo, tetapi sinergitas dan goodwill antara eksekutif dan legislatif sangat besar dalam mendukung anggaran pembinaan olahraga,” kata Ketua KONI Wonosobo, Khozin.

Setiap tahunnya KONI Kabupaten Grobogan mendapatkan anggaran lebih dari Rp20 miliar. Tentunya hal tersebut sangat berbeda dengan Kabupaten Wonosobo pada tahun 2020 hanya dianggarkan Rp300 juta,”

Rombongan KONI Wonosobo didampingi empat orang anggota Komisi D DPRD Wonosobo disambut di pendopo Bupati Kabupaten Grobogan oleh Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman beserta jajaran pengurus. Berbagai langkah strategis disampaikan Fatchur termasuk bagaimana membangun sinergitas dan kerjasama untuk mendukung pembinaan prestasi.

Baca Juga
KPU Prediksi Partisipasi Warga Justru akan Meningkat

“Salahsatu hal penting adalah target yang jelas, yakni KONI Kabupaten Grobogan mentargetkan 80 emas pada PORPROV Tahun 2022 mendatang. Kami mengapresiasi telah diberikan kesempatan berkunjung dalam dan KONI Kabupaten Wonosobo dengan melihat komposisi anggaran jika dibandingkan dengan Kabupaten Grobogan sangatlah jauh, oleh karena itu pada kesempatan ini kami ingin belajar sekaligus ingin mengetahui sejauhmana keterlibatan eksekutif dan legislatif dalam mendukung anggaran KONI,” jelasnya.

Diungkapkan salah satu pengurus, Muhammad Farid jika melihat postur anggaran memang sangat jauh dengan Wonosobo, namun para pengurus KONI Wonosobo mulai optimis dengan kepengurusan yang baru meski dengan anggaran terbatas. Semangat dan optimisme disebutnya harus dibuktikan program dan target yang jelas, agar kedepan mendapatkan dukungan anggaran yang layak, untuk tahun 2021 yang dianggarkan sebesar 500 juta.

“Tentunya jika dibandingkan dengan Kabupaten Grobogan kita sangat tertinggal jauh, namun teman-teman di Komisi D dan Banggar telah berupaya supaya KONI Kabupaten Wonosobo mendapatkan anggaran yang optimal,” tuturnya. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here