Kini, Hasil Tes Lab Tidak Perlu Tunggu Lama

Sekretrasi Dinas Kesehatan Khabib Mualim 
Sekretrasi Dinas Kesehatan Khabib Mualim 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap ke depan hasil uji laboratorium untuk tes PCR (tes swab) bisa lebih cepat dari sebelumnya, seiring bertambahnya jumlah laboratorium di Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Khabib Mualim mengatakan, selama ini sampel untuk tes PCR dari Kabupaten Temanggung dikirim ke salah satu laboratorium di Salatiga. Sehingga untuk menunggu hasil tes laboratorium tersebut harus menunggu cukup lama.

“Semua sampel dari awal adanya kasus Covid-19 dari Temanggung dikirim ke laboratirum di Salatiga,” katanya.

Menurut Khabib, sejauh ini jumlah laboratorium untuk tes kasus Covid-19 di Jawa Tengah memang masih terbatas. Oleh karena itu hasil uji laboratorium harus menunggu cukup lama.

“Kan tidak hanya dari Temanggung saja, ada sampel juga dari daerah lain. Jadi memang harus mengantre dan menunggu, bahkan untuk menunggu hasil tes sampai memakan waktu 15 hari,” terangnya.

Dikatakan, sesuai dengan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi, sampel dari Kabupaten Temanggung tidak lagi harus ke Salatiga, namun dikirim ke laboratorium kesehatan provinsi.

Baca Juga
120 Kelompok Tani di Temanggung Dapat Bantuan Rp3 Miliar

“Sudah ada laboratorium kesehatan provinsi, sampel dari Temanggung sekarang dikirim ke laboratorium baru itu,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya laboratorium baru ini, hasil tes sampel kasus Covid-19 bisa lebih cepat, sehingga penanganan terhadap kasus ini bisa lebih bagus dan akurat.

Sebelum adanya laboratorium kesehatan provinsi, hasil tes kasus Covid-19 bisa memakan waktu hingga 15 hari, paling cepat 12 hari kerja. Namun setelah adanya laboratorium kesehatan provinsi yang baru ini hasil tes bisa lebih cepat.

“Rata-rata sejak kita kirim sampelnya hanya memakan waktu 5 hari kerja, dengan laboratorium kesehatan provinsi baru ini bisa lebih cepat, maksimal tiga hari sudah bisa ada hasilnya,” katanya.

Saat ini Temanggung masih masuk dalam zona oranye, oleh karena itu pihaknya berharap masyarakat bisa semakin menaati disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19. Dengan harapan kasus Covid-19 di Temanggung bisa semakin berkurang.

“Harapan kami yang sudah dinyatakan positif terkonfirmasi bisa segera sembuh sehingga, yang sedang menjalani isolasi mandiri tetap mematuhi protkol kesehatan dan mematuhi aturan isolasi mandiri,”pesannya.

Khabib menjelaskan, suatau daerah dinyatakan masuk dalam zona oranye jika kasunya masih di atas 1,8 persen, dan saat ini Temanggung masih 1,9 persen.

“Batas zona merah 1,8 dan kita sudah 1,9 dan harapan kami bisa terus membaik, dengan dukungan masyarakat,” katanya.

Selama ini kasus Covid-19 di Temanggung adalah orang tanpa gejala (OTG), sehingga kepada mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri.

“Rata-rata di Indonesia hampir sama, yang terpenting adalah masyarakat bisa terlayani dan tertangani. Temanggung bisa segera bebas Covid-19,” harapnya.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencucitangan. (set)

#satgascovid19 #ingatpesanibu#pakaimasker #jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here