Kasus Baru 10-30 Orang Per Hari, Satgas Covid-19 Gencar Lakukan Tes Swab

SWAB. Salah satu anggota kepolisian mengikuti tes swab sebagai persiapan pengamanan Pilkada Kota Magelang.
SWAB. Salah satu anggota kepolisian mengikuti tes swab sebagai persiapan pengamanan Pilkada Kota Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Selama sepekan ini, kurva Covid-19 di Kota Magelang naik tajam. Penemuan kasus baru sekitar 10-30 orang per hari ini ditengarai banyaknya tes dan tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 setempat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menjelaskan, di pekan terakhir jumlah spesimen yang dikirimkan mencapai 300 orang. Ratusan spesimen ini didapat dari proses tracing pasien yang dirawat di empat rumah sakit rujukan seperti RSUD Tidar, RST Dr Soedjono, RSJ Prof Dr Soerojo, dan RS Budi Rahayu.

“Kenaikan ini sebenarnya belum puncaknya, karena kami masih menunggu hasil dari 300an orang yang sudah dites. Sampai dengan minggu ini, kemungkinan jumlah terkonfirmasi akan terus naik,” kata Majid, Selasa (24/11).

Menurut dia, proses tracking dan tracing ini lah yang membuat kasus positif terus bertambah. Pasalnya, setiap satu orang terkonfirmasi positif, secara hitungan kasar, maka akan muncul 10 orang kontak erat yang harus diswab.

“Kalau dirata-rata, satu pasien positif itu punya 10 kontak erat. Ada yang lebih ada yang kurang, tapi segitu tengah-tengahnya. Nah, kalau di RSUD Tidar saja ada 23 pasien positif, RST 7, RSJ 6, totalnya ada 36, maka kontak eratnya bisa 360 orang,” ucapnya.

Baca Juga
100 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Magelang Sembuh

Hingga 22 November 2020, kasus terkonfirmasi positif menjadi 463 terdiri dari 295 sembuh, dirawat 50 pasien, isolasi 88 orang, dan 30 meninggal dunia.

Untuk kasus probable menjadi 20 orang seluruhnya meninggal dunia. Suspek 590 orang dengan rincian 535 discarded sembuh, dirawat 17 orang, isolasi mandiri 24, dan discarded meninggal 14 orang. Total kematian kasus indikasi Covid-19 menjadi 64 jiwa.

“Tidak hanya di Kota Magelang, tapi hampir semua daerah di Jawa Tengah sedang naik. Kota Magelang kembali jadi zona merah, karena penduduknya sedikit dan luas wilayahnya juga tidak terlalu luas. Kalau ada lonjakan sedikit saja, langsung statusnya berubah,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pascaratusan spesimen yang telah dikirim, Pemkot Magelang pun menambah tempat isolasi pasien positif bergejala ringan di salah satu hotel. Penyediaan hotel ini, menjadi strategi agar rumah sakit efektif hanya untuk merawat pasien bergejala berat dan sedang.

“Kalau yang gejalanya ringan kita sediakan di hotel dan RS Budi Rahayu. Di hotel tersedia 38 kamar, dan saat ini sudah dijadikan tempat isolasi 14 orang pasien terkonfirmasi positif asal Kota Magelang,” tandasnya.

Menurut Majid, persoalan utama menghadapi lonjakan pasien, justru para tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas. Hampir di semua rumah sakit sekarang, nakes bekerja setiap hari dan harus bertemu dengan pasien-pasien terkonfirmasi positif.

“Kesehatan para tenaga medis ini yang harus diutamakan. Maka dari itu, rumah-rumah sakit sekarang memasang jadwal shift (bergantian) agar mereka tidak terlalu lelah. Karena kalau lelah akan membuat daya tahan tubuh turun, sehingga nakes menjadi sangat rentan terpapar,” ucapnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here