DPR Temanggung Soroti Program Sabuk Gunung

SUMBING. Gunung Sumbing terlihat gagah dari Wisata Alam Sedadap Desa Kwadungan Kecamatan Kledung 
SUMBING. Gunung Sumbing terlihat gagah dari Wisata Alam Sedadap Desa Kwadungan Kecamatan Kledung 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Program Sabuk Gunung yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya mengembalikan kondisi alam di kabupaten penghasil tembakau ini mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah fraksi di DPRD setempat. Kalangan wakil rakyat ini meminta agar program ini direncanakan dengan matang, sehingga tujuan dari program ini bisa benar-benar terealisasi.

Anggota Fraksi Gerindra Chakiem Harmoko mengatakan, sebelum pemerintah turun tangan menyusun program sabuk gunung ini, sebaiknya ada langkah untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di wilayah Perhutani, sehingga ke depan program ini tidak akan terkendala oleh aturan yang berada di cangkupan perhutani.

“Harus ada koordinasi yang bagus, tidak hanya soal regulasi saja, melainkan juga dalam hal lainnya. Sehingga tujuan dari program ini bisa benar-benar tercapai,” pintanya, kemarin.

Selain itu Pemkab juga harus berkoordinasi dengan wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Progro yaitu Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulon Progo untuk ikut serta berkontribusi pada kegiatan tersebut. Dengan harapan program ini bisa menjadi salah satu bagian dari program mereka. Sehingga dalam pelaksanaanya akan lebih ringan dan mudah.

“Kami juga sangat mendukung apabila kegiatan ini disertai dengan kegiatan sipil teknis., seperti pembuatan Gully Plug dan sumur resapan secara swakelola kepada masyarakat,” bebernya.

Sementara Ketua Fraksi PKB, Mahzum menyampaikan, saat ini kondisi lahan kritis tidak hanya ada pada lahan yang dimiliki oleh masyarakat saja, melainkan lahan milik Perhutani juga mengalami hal yang sama.

Menurutnya, yang terpenting dalam konservasi ini adalah komunikasi intens antara pemerintah daerah dan Perhutani. Pasalnya lahan krisis lebih parah adalah lahan yang ada di wilayah perhutani.

Baca Juga
Kini, Hasil Tes Lab Tidak Perlu Tunggu Lama

“Ini akibat dibukanya lahan perhutani dan ditanami tanaman musiman. Maka yang paling urgen dari sabuk gunung adalah lebih intensnya komunikasi dengan Perhutani untuk bersama-sama menjaga lahan Perhutani agar tidak semakin habis,” tuturnya.

Dikatakan, jika kondisi yang terjadi saat ini tidak ditanggapi dan ditangani maka, kedepan potensi timbulnya bencana alam cukup besar, selain itu dampak lainnya juga akan drasakan oleh masyarakat.

“Potensi bencana alam semakin besar, mengecilnya sumber air dan dampak lainnya, dan terdampak adalah masyarakat,” katanya.

Dirinya juga meminta agar Pemkab untuk belajar dan berkaca dari program konservasi yang dilaksanakan dengan anggaran APBN beberapa tahun lalu namun tetap tidak berhasil.

Namun lanjutnya, yang terpenting dalam program ini adalah edukasi kepada masyarakat, bagaimana agar masyarakat bisa lebih peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar, sehingga ke depan alam ini benar-benar terjaga.

“Kita mau menanami ratusan ribu pohon pun kalau edukasinya tidak berhasil ya percuma saja,” ujarnya.

Oleh karena itu lanjut Mahzum, pemetaan wilayah dan ketepatan sasaran menjadi sangat penting untuk dilakukan. Dengan harapan program ini benar-benar bisa berjalan sesuai dengan rencana dan tujuannya.

“Harus ada perencanaan, pelaksanaan, pengawasan kegiatan, pelaksanaan monevnya harus dilakukan dengan serius jangan sampai gagal lagi,” pesannya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas saran agar rencana penghijauan dan konservasi lahan melalui program Sabuk Gunung, program ini direncanakan secermat mungkin sehingga dalam pelaksanaanya tidak mengalami kegagalan.

“Dapat kami sampaikan bahwa dalam pelaksanaannya akan dilakukan secara terpadu, baik dengan penanaman vegetasi, bangunan sipil teknis konservasi serta pelibatan dan pemberdayaan masyarakat secara luas,” katanya.

Demikian pula atas saran agar pelaksanaan rencana penghijauan dan konservasi lahan melalui program Sabuk Gunung dilakukan secara sinergi dengan pemerintah desa,

“Kami sependapat dan untuk langkah-langkah tersebut akan dilakukan lebih dini dalam koordinasi dengan pemerintah desa, mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya,” tandas Bupati. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here