Angka Kematian Covid-19 di Wonosoo Capai 4 Persen Lebih

RAZIA. Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Wonosobo melaksanakan razia masker di Gerbang  Mendala Wisata.
RAZIA. Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Wonosobo melaksanakan razia masker di Gerbang  Mendala Wisata.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Jumlah kasus meninggal dunia akibat covid- 19 di Kabupaten Wonosobo mengalami kenaikan cukup signifikan, Dinas Kesehatan Wonosobo mengakui terjadi penambahan kasus kematian. Namun, dibanding kabupaten lain di Jateng, angkanya masih cukup rendah.

“Kasusnya bertambah iya, tapi tidak bisa dikatakan melonjak. Rasio angka kematian di Wonosobo masih sekitar 4 persen. Di Jateng kita belum dikatakan tinggi. Tapi harus ada upaya yang keras untuk menekan kasus tersebut,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat.

Menurutnya, angka kematian di kabupaten dingin ini, setiap hari rata-rata 3 hingga 4 kasus meninggal. Penyebab utamanya,  OTG atau warga yang terpapar bertemu dengan orang  yang memiliki gejala berat atau komorbid.

“Jadi kasus meninggal itu karena warga terpapar ketemu dengan gejala berat. Hal lain ya karena efek tidak mau tracing dan swab,” tandasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya meminta warga untuk  patuh 3M, kooperatif saat petugas melakukan tracing, dan tidak perlu menolak ketika dilakukan swab untuk yang  kontak erat dan merasa ada gejala awal.

“Kuncinya kooperatif  atau mau bekerjasama, bersedia  isolasi komunal atau mandiri,” ucapnya.

Jaelan mengimbau kepada masyarakat yang tidak atau belum tertular harus  bersyukur. Terus lindungi diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan, mencuci tangan, gunakan masker, jaga jarak dan tingkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Saat ini kita semua hidup di lingkungan berisiko sangat tinggi. Virus ada dimana-mana. Mereka agresif menyerang untuk bertahan hidup,” katanya.

Baca Juga
Kasus Baru 10-30 Orang Per Hari, Satgas Covid-19 Gencar Lakukan Tes Swab

Bagi yang  berusia di atas 40 tahun atau memiliki penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal, penyakit hati, atau kanker harus lebih keras melindungi diri sendiri.

“Tetaplah di rumah, usahakan tidak keluar jika tidak penting sekali. Kenakan masker yang  layak jika terpaksa keluar rumah atau bertemu dengan orang lain. Termasuk dengan anggota keluarga yang baru pulang bepergian,” pintanya.

Sedangkan bagi yang merasa kontak erat dengan kasus konfirmasi atau merasakan ada gejala seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas, hilang rasa penciuman, hilang rasa pengecapan, mual, diare, atau badan terasa sakit, segeralah menghubungi petugas puskesmas di wilayah tempat tinggal untuk dilakukan pemeriksaan swab. Semakin cepat terdeteksi semakin baik untuk diri pribadi, keluarga, dan lingkungan.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (gus)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here