120 Kelompok Tani di Temanggung Dapat Bantuan Rp3 Miliar

SIMBOLIS. Bupati Temanggung M Al Khadziq memberikan bantuan secara simbolis kepada penerima bantuan di pendopo pengayoman 
SIMBOLIS. Bupati Temanggung M Al Khadziq memberikan bantuan secara simbolis kepada penerima bantuan di pendopo pengayoman 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Bupati Temanggung M Al Khadziq meminta agar petani bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal, sehingga kedepan bisa semakin meringankan beban petani dimasa pendemi Covid-19 ini.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Bupati saat memberikan bantuan kepada 120 kelompok tani, di Pendopo Pengayoman, Selasa (24/11).

“Bantuan yang diberikan yakni sebanyak Rp3 miliar, bantuan ini berasal dari APBD Temanggung. Bantuan dari APBD perubahan,” jelas Bupati.

Tidak hanya itu lanjut Bupati, kelompok tani yang menerima bantuan bisa segera merealisasikan bantuan tersebut. Kelompok tani yang menerima bantuan ini agar membelanjakan sebagaimana yang sudah tertuang dalam RAB di proposal yang telah diajukan, segera dimanfaatkan bantuannya, dan sebagai konsekuensi tertib administrasi, segera pula membuat laporan pemanfaatan bantuan hibah,”pinta Bupati.

Bupati mengatakan, dampak dari pandemi COVID-19 memang sangat dirasakan oleh petani, harga jual hasil pertanian selama pandemi memang jauh dari kata layak. Bahkan dibawah biaya tanam hingga panen raya.

Dengan bantuan ini kata Bupati, bagi kelompok tani ini di samping mendorong pergerakan perekonomian riil di tingkat masyarakat, juga memberikan stimulus utamanya permodalan bagi petani.

“Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp3 miliar melalui mekanisme hibah, guna meringankan petani dalam mencukupi kebutuhan melaksanakan usaha tani selanjutnya,” katanya.

Baca Juga
Daeng dan Othok Obrol dapat KIK

Ia menuturkan dampak pandemi begitu luas, sejumlah negara telah mengalami resesi, demikian pula perekonomian dalam negara mengalami pertumbuhan negatif di kuartal II dan III ini.

Di Kabupaten Temanggung yang merupakan daerah agraris, katanya di mana mayoritas masyarakat menjadi pelaku usaha di bidang pertanian dalam arti luas, dampak tersebut demikian terasa, terutama dalam penurunan harga komoditas pertanian, termasuk di dalamnya perkebunan dan hortikultura.

“Harga tomat yang pernah jatuh di titik Rp500 per kilogram, harga cabai Rp5.000 per kilogram, demikian juga harga sayuran yang lain juga sempat mengalami penurunan akibat pembatasan beberapa sektor terkait pandemi, yang secara otomatis menurunkan serapan pasar akan produk hasil petani,” katanya.

Selain itu, katanya, terakhir komoditas tembakau yang menjadi tumpuan bagi sebagian masyarakat petani Kabupaten Temanggung untuk menutup kerugian atau minimal mengembalikan permodalan akibat kerugian musim tanam sebelumnya, ternyata juga tidak sesuai dengan harapan.

“Upaya pendampingan mulai dari perbenihan sampai dengan pasca panen sudah kita laksanakan se-maksimal mungkin. Koordinasi dengan pihak grader, perwakilan pabrikan juga sudah kita lakukan, untuk mengupayakan yang terbaik bagi petani Temanggung, termasuk monitoring yang dilaksanakan oleh gugus pertembakauan. Namun demikian, sebagaimana terjadi di seluruh dunia, dampak COVID-19 di sektor ekonomi masih kita rasakan,” katanya.(set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here