Bantuan Tanam Bawang Putih Tahun ini Turun

JEMUR. Salah satu petani sedang menjemur bawang putih pada musim panen raya tahun 2018 lalu. 
JEMUR. Salah satu petani sedang menjemur bawang putih pada musim panen raya tahun 2018 lalu. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Musim tanam bawang putih di Kabupaten Temanggung direncanakan pada bulan November hingga Desember mendatang. Namun demikian alokasi bantuan tanam bawang putih tahun ini turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto menjelaskan, alokasi tanam bawang putih dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun ini hanya sekitar 225 hektar saja. Luasan ini turun banyak dibanding tahun sebelumnya.

“Turun drastis dibanding tahun 2019, dengan alokasi untuk lahan 690 hektar,” terangnya.

Menurutnya, penurunan alokasi penanaman bawang putih dari APBN ini karena disebabkan adanya refocusing anggaran di tingkat pusat, refocusing dilakukan untuk membiayai penanganan pandemi Covid-19.

“Tidak hanya dialami di Temanggung saja, tapi juga dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga
Satgas Covid-19 Temanggung Gencar Sosialisasikan Prokes

Terkait alokasi penanaman bawang putih oleh importir di Temanggung, dia menyampaikan tidak bisa menentukan karena tergantung rekomendasi surat perintah impor (SPI) mereka.

“Luasan tanam yang harus dilakukan importir ditentukan oleh SPI dan besarnya volume impor mereka,” katanya.

Selian itu, karanya importir tidak harus menanam di Kabupaten Temanggung. Mereka boleh menanam di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Malang atau daerah lainnya.

“Mereka bebas menanam di mana saja dan sampai sekarang kami belum tahu berapa luasan yang akan ditanam di Temanggung oleh importir yang bermitra dengan petani,” katanya.

Sejumlah daerah di Kabupaten Temanggung yang cocok untuk ditanami bawang putih ada di 11 kecamatan dengan kondisi geografis berupa dataran tinggi, yakni Kecamatan Kledung, Parakan, Tretep, Ngadirejo, Candiroto, Wonoboyo, Tembarak, Selopampang, Kaloran, Bulu, dan Kecamatan Bansari.

Ia berharap, ke depan petani tetap menanam bawang putih, sebab kondisi geografis Kabupaten Temanggung sangat cocok dan mendukung untuk budidaya bawang putih.

“Kemandirian petani ke depan sangat diharapkan, petani bisa berusaha semampu mungkin untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas juga dipertahankan,” pesannya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here