Logo dan Tagline Kopi Purworejo Diluncurkan, Canda Lidia #Purworejo2025 Perluas Ruang Partisipasi

PELUNCURAN. Pjs Bupati Purworejo bersama para kepala OPD meluncurkan Logo dan Tagline Kopi Purworejo di Showroom UKM Purworejo, 
PELUNCURAN. Pjs Bupati Purworejo bersama para kepala OPD meluncurkan Logo dan Tagline Kopi Purworejo di Showroom UKM Purworejo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Dalam rangka menumbuhkembangkan klaster kopi yang telah ditetapkan menjadi komunitas ekonomi Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Purworejo membangun brand image dari kopi melalui kegiatan sayembara logo dan tagline kopi Purworejo. Hasilnya, Juara 1 diraih Yopie Herdiansyah ST warga Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang, Juara 2 Arif Dharma dari Desa Tlogorejo Kecamatan Purwodadi, dan Juara 3 Teguh Purnomo dari Desa Ketug Kecamatan Butuh.

Logo dan tagline kopi hasil lomba tersebut langsung diluncurkan oleh Pjs Bupati Purworejo, Ir Yuni Astuti MA, di showroom UMKM Purworejo, Jumat (20/11). Hadir dalam acara tersebut Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Boedi Hardjono, Asisten Administrasi dan Kesra Drs Pram Prasetya Achmad MM, serta sejumlah kepala OPD dan BUMD.

Pjs Bupati Purworejo mengungkapkan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Di beberapa daerah, kopi menjadi peluang bisnis yang bagus dan terus dikembangkan.

Menurutnya, di Kabupaten Purworejo tanaman kopi telah dibudidayakan di 10 kecamatan, dengan luas areal budidaya sekitar 548,59 hektar. Area terluas di Kecamatan Gebang disusul Bruno, Pituruh dan Kaligesing.

“Varietas yang banyak berkembang didominasi jenis Robusta dan sedikit Arabica,” ungkapnya.

Pihaknya meminya agar produksi kopi dari tanam, pasca panen, hingga menjadi sajian kuliner kopi, terus dikembangkan dengan mengutamakan inovasi.

“Untuk itu saya sangat apresiasi dengan dilauncingnya branding kopi dan tagline kopi Purworejo, yang harapannya akan menjadikan kopi Purworejo memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lain,” katanya.

Baca Juga
Personel Kodim Wonosobo Ikuti Latihan Menembak

Pjs Bupati juga mengapresiasi dibukanya layanan media sosial CANDA LIDIA dengan tagar #Purworejo2025.

“Ini sangat bagus untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya.

Ketua FEDEP Purworejo selalu Ketua Panitia, Dr Hesti Respatiningsih SE MPar, melaporkan, tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk membranding kopi Purworejo dengan identitas wilayah Kabupaten Purworejo, yang dapat digunakan oleh seluruh pengusaha kopi diseluruh wilayah Kabupaten Purworejo.

“Dewan juri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, profesional, komunitas kopi, dan tokoh masyarakat/budaya. Sedangkan peserta sebanyak 52 orang yang kesemuanya berdomisili di Purworejo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Purworejo, Ir Bambang Jati Asmara MT MA, berharap adanya branding menjadi wahana mengeratkan komunikasi sehingga jangkauan pemasaran para petani semakin luas. Dengan adanya perubahan pola masyarakat pada era pandemi ini, branding juga menguatkan produk sehingga mendorong UMKM naik kelas.

“Kita mendorong agar UMKM bangkit. Apalagi di Jateng ada program UMKM bangkit. Dengan adanya logo dan tagline kopi harapannya bisa menyesuaikan dengan menyesuaikan dengan pasar dan kemitraan antara UMKM Pemda dan OJK semakin kuat,” terangnya.

Terkait Canda Lidia bertagar #Purworejo2025 , pihaknya menyatakan bahwa itu menjadi upaya untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Purworejo dalam perencanaan pembangunan daerah melalui media sosial untuk penyusunan RPJMD 2022–2025.

“Dengan adanya pandemi ini, proses perencanaan berubah. Tidak dengan kumpul-kumpul, tapi melalui media virtual. Harapannya ini bisa menjaring partisipasi masyarakat lebih luas,” ungkapnya. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here