Golkar Pastikan Kader Tetap Solid Dukung Afif-Albar

PARTAI. Konsolidasi Pengurus DPD dan PK Partai Golkar se-Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- DPD Partai Golkar menegaskan pengurus dan kader partainya harus tegak lurus, tetap solid mendukung kemenangan Calon Bupati Afif Nurhidayat dan Calon Wakil Bupati M Albar dalam Pilkada Serentak yang digelar 9 Desember 2020 mendatang.

“Jika ada pengurus dan kader Partai Golkar mbelot dan mendukung kolom kosong, akan diberi sanksi tegas. Instruksi partai sudah jelas mengusung dan mendukung sepenuhnya kemenangan pasangan calon (paslon) Afif-Albar,” ungkap Plt Ketua DPD Partai Golkar Suseno Herry pada Konsolidasi Pengurus DPD dan PK Partai Golkar se-Wonosobo.

Menurutnya, sanksi tegas diberikan karena tidak melaksanakan instruksi Partai Golkar. Bila sampai ada pengurus dan kader tidak satu komando, sama saja loyalitas pada partainya perlu dipertanyakan. Dalam Pilkada, kader partai berlambang pohon beringin itu, harus ada dalam satu barisan.

Selama ini, sambungnya, pengurus dan kader Partai Golkar di 15 Kecamatan di Wonosobo, telah melakukan konsolidasi politik untuk memenangkan paslon Afif-Albar. Sambil melakukan kampanye juga diberikan masker bergambar paslon Pilkada pada masyarakat.

“Seluruh pengurus dan kader partai telah bergerak di akar rumput. Mereka melakukan gerakan door to door atau dari pintu ke pintu untuk mengenalkan paslon Afif-Albar. Melalui gerakan secara masif, sistematis dan terstruktur tersebut kemenangan akan mudah diraih,” paparnya.

Sementara itu, Calon Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menambahkan kampanye melalui gerakan kanvasing akan lebih efektif dan mengena. Apalagi karena masih dalam pandemi global Covid-19 tidak ada kampanye terbuka yang bisa mendatangkan massa dalam jumlah besar.

“Saya yakin Partai Golkar yang memiliki kader militan dan berpengalaman tidak susah untuk mengarahkan,” tuturnya.

Dikatakan Afif, konsolidasi politik saat Pilkada, juga bisa sekaligus digunakan untuk ajang pemanasan menuju konsolidasi politik Pemilu Legislatif 2024 nanti. Karena kerja politik tidak bisa dilaksanakan menjelang pilkada atau pemilu saja, tapi harus dilakukan terus menerus setiap saat. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here