Waspadai Musim Hujan

INDAH. Gunung Sumbing terlihat sangat kokoh dilihat dari Desa Kruwisan Kecamatan Kledung. 
INDAH. Gunung Sumbing terlihat sangat kokoh dilihat dari Desa Kruwisan Kecamatan Kledung. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Kondisi geografis Kabupaten Temanggung yang sebagian besar berada di wilayah pegunungan dan perbukitan, membuat daerah ini menjadi rawan bencana alam, apalagi saat memasuki musim penghujan.

Oleh karena itu, Bupati Temanggung M Al Khadziq mengimbau agar masyarakatnya selalu meningkatkan kewaspadaan, apalagi saat hujan terjadi dalam waktu yang cukup lama.

“Jangan lengah dengan segala kemungkinan potensi bencana. Akan lebih baik selalu waspada, terutama untuk keselamatan,” Imbau Bupati.

Bupati mengakui, memang Kabupaten Temanggung ini termasuk daerah yang rawan bencana. Potensi kebencanaan bisa terjadi, satu karena tanah longsor, dua potensi banjir bandang, tiga potensi angin ribut. Lalu bahaya latennya adalah bahaya dari gunung berapi.

“Potensi terjadinya bencana alam cukup besar, kewaspadaan masyarakat memang menjadi salah satu kunci,” katanya.

Menurut dia, Kabupaten Temanggung itu secara geografis daerahnya berbukit-bukit, gunung-gunung, dan ada dua gunung api besar, yakni Sumbing dan Sindoro. Keadaaan ini membutuhkan kerja ekstra dan kewaspadaan setiap saat. Maka dalam hal ini sinergi sangat diperlukan antara pemerintah dan masyarakatnya.

Menghadapi hal ini, Bupati meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus meningkatkan kemampuan dan kewaspadaannya. Hal itu supaya, apabila suatu saat terjadi bencana yang tidak diinginkan bisa bergerak cepat.

Baca juga
Sisir Basis Pendukung, PKB Amankan Kemenangan Paslon AA

“BPBD harus meningkatkan kemampuan profesionalitasnya dan meningkatkan kewaspadaannya agar bisa bergerak cepat manakala terjadi bencana yang tidak kita inginkan. Baik itu tanah longsor, gunung (meletus), angin ribut, kebakaran hutan, banjir dan lain sebagainya,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei menuturkan, memang wilayah Temanggung secara geografis menyimpan potensi bencana alam, bahkan masuk kategori garis merah atau kategori rawan bencana. Oleh karena itu, tidak bisa tidak semua harus selalu siaga.

“Temanggung itu masuk lintas garis merah, artinya daerah rawan bencana. Maka BPBD harus selalu siap 24 jam x 7 hari termasuk untuk memberikan suatu inovasi. Seperti sebelumnya kita telah meluncurkan aplikasi sinotika untuk penanganan bencana dalam pealporan melalui pemanfaatan teknologi lewat aplikasi di ponsel pintar,” terangnya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here