Vaksin Merah Putih Diproduksi Akhir 2021

Vaksin Merah Putih Diproduksi Akhir 2021
Vaksin Merah Putih Diproduksi Akhir 2021

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menargetkan produksi vaksin Merah Putih mulai akhir 2021. Proses produksi vaksin dilakukan bersama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Ali Ghufron Mukti berharap pengembangan vaksin covid-19 buatan anak bangsa bisa dipercepat. Dengan demikianm Indonesia bisa segera mencapai kemandirian vaksin.

“Tidak hanya Eijkman, namun LIPI, Unair, IPB, UGM dan UI bisa mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform yang berbeda,” kata Ali di Jakarta, Kamis (19/11)

Ali pun mengakui, bahwa dalam proses pengembangan vaksin Merah Putih untuk melawan covid-19 membutuhkan waktu panjang. Sebab, proses dan tahapan yang dilalui tidak mudah.

“Kita lihat penekanan keamanan, juga keefektifan perlu diperhatikan. Jadi, memang ada yang ditargetkan akhir 2020, atau awal 2021 itu akan selesai,” ujarnya.

“Selanjutnya, proses praklinik, uji klinis fase satu hingga tiga. Berikutnya izin penerbitan Emergency Use Authorization dari BPOM, yang dilakukan sepanjang 2021,” sambungnya.

Deputi Fundamental Research Eijkman Institute Herawati Sudoyo Supolo menyatakan, bahwa tim peneliti dan pengembangan vaksin Merah Putih telah melakukan percepatan, dengan pengerjaan secara paralel.

“Kita selalu memberikan laporan mengenai kemajuan di laboratorium. Kemungkinan baru akan memberikan vaksin itu awal 2021,” kata Herawati.

Herawati menjelaskan, bahwa vaksin Merah Putih merupakan vaksin jangka panjang. Sebab, pemerintah ingin memberikan vaksin yang aman dan manjur.

“Ada upaya percepatan, kita lihat kemungkinan memang akhir 2021,” ujarnya.

Herawati menuturkan, bahwa vaksin Merah Putih dikembangkan menggunakan platform protein rekombinan dari bagian atau sub unit virus SARS-CoV-2.

“Tim melakukan penguraian gen dari virus. Kemudian, mengambil gen dari protein “spike” dalam virus, untuk digunakan sebagai bibit vaksin,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, bahwa progres daripada pengembangan Vaksin Merah Putih mencapai 55 persen. Harapannya, bibit vaksin ini sudah bisa diuji pra klinis pada akhir tahun.

“Uji ke hewan bulan depan kalau semua lancar. Sehingga akhir tahun sudah selesai. Kemudian, di awal tahun, bibit vaksin tersebut pun dapat diserahkan kepada Bio Farma untuk uji klinis lanjutan. Di mana uji klinis akan terdiri dari tiga tahap,” terang Amin.

Amin meyakini, bahwa vaksin ini akan cocok dengan masyarakat Indonesia. Sebab, menggunakan sampel virus yang bertransmisi di Indonesia.

“Vaksin dikembangkan menggunakan virus yang bersikulasi di Indonesia, kemudian penelitiannya ada di Indonesia oleh institusi yang ada di Indonesia, oleh para peneliti Indonesia dan untuk rakyat Indonesia. Jadi memang dari, oleh dan untuk Indonesia,” pungkasnya. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here