Tingkatkan Minat Baca dengan Redesain Perpustakaan

TIM program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) berfoto bersama anak-anak di Desa Giyanti.
TIM program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) berfoto bersama anak-anak di Desa Giyanti.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG– Tim program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menggagas pengembangan perpustakaan “Negeri Dongeng” untuk meningkatkan minat baca dan belajar masyarakat serta pelajar di Desa Giyanti. Mereka menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang.

Tim beranggotakan Ahmad Rizal Hanafi (FT), Mutiara Panca Sari (FT), Siti Fadhilah (FT), Jaya Suntana Putra (FT) serta Setyani Dwi Astuti (FKIP) dibimbing oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang, yaitu Yun Arifatul Fatimah, M.T,Ph.D.

Program PPMT ini dilatarbelakangi keluhan dari pihak Desa Giyanti terkait minimnya minat baca masyarakat, terutama anak anak. Meskipun perpustakaan sudah berdiri sejak 2018 dan lokasinya strategis berada di tengah desa, dekat pemukiman warga namun minimnya minat baca dan ketertarikan pada perpustakaan menjadikannya bisa berfungsi secara optimal. Untuk itu, Rizal dan kawan – kawan yang tergabung dalam tim PPMT melakukan observasi mengenai penyebab kurangnya minat baca masyarakat dan juga kesadaran untuk mengunjungi perpustakaan. “Dari hasil Observasi tersebut, ditemukan bahwa minat baca anak anak rendah dikarenakan, desain dari perpustakaan yang terlihat monoton dan kurang menarik bagi anak anak.Tata letak buku yang tidak tertata, rak buku penuh debu, serta ruangan yang tidak representative untuk membaca,” kata Yun Arifatul Fatimah.

Baca Juga
Kasus Korupsi Sertifikat Tanah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Menurutnya, untuk meningkatkan minat baca anak-anak perlu inovasi dalam setiap aktvitas yang dilakukan. Kemudian, tim PPMT Unimma memilih program redesain perpustakaan, yaitu berupa pengecatan ulang ruang perpustakaan dan juga memberikan mural pada dinding perpustakaan agar lebih hidup dan berwarna. “Tidak lupa dengan pemberian tempat duduk yang layak pakai, dan juga penataan rak buku serta pembuatan kantin kejujuran agar jika anak anak merasa haus dan lapar tidak perlu jauh jauh membeli makanan dan minuman. Serta dilakukan pula pemasangan plang perpustakaan agar masyarakat mengetahui keberadaan perpustakaan Desa Giyanti tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan kualitas layanan, yang tidak dapat dilakukan secara manual, meningkatkan efisiensi, efektivitas, meningkatkan kinerja petugas perpustakaan serta meningktakan daya saing, Tim juga melakukan program pelatihan dan pendampingan otomasi buku kepada pengurus perpustakaan di Desa Giyanti.

Program kerja yang lain, yakni melakukan pelatihan mendongeng dengan mendatangkan sang raja dongeng Ahmad Damar Arifin (Kak Damar) yang berasal dari Magelang. Tujuan program ini selain mengajak dan  meningkatkan minat baca anak-anak di perpustakaan juga menjadi ajang melestarikan aktivitas mendongeng di kalangan generasi muda pada Sabtu 14 November 2020. “Sebelum dilaksanakanya kegiatan pelatihan mendongeng tersebut, telah dilakukan survei kepada anak anak Desa Giyanti dan  diketahui bahwa minat baca anak anak sangatlah kurang. Kemudian, setelah dilakukan kegiatan pelatihan mendongeng oleh Kak Damar, dilakukan penilaian literasi minat baca menjadi meningkat, semakin banyak yang mengunjungi perpustakaan,” jelasnya. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here