Rentetan Prestasi Kota Magelang 1 Dekade

Walikota Magelang Sigit Widyonindito saat memberikan sambutan penyaluran bantuan kepada koperasi dan perajin kayu di Pendopo Pengabdian,
Walikota Magelang Sigit Widyonindito saat memberikan sambutan penyaluran bantuan kepada koperasi dan perajin kayu di Pendopo Pengabdian,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Prestasi yang selalu mengalir untuk Kota Magelang, menjadi kebanggaan tersendiri bagi warganya. Capaian selama 10 tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Walikota Magelang Sigit Widyonindito sesuai dengan pengharapan warga.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Joko Soeparno mengatatakan, sesuai dengan branding Kota Jasa, Kota Magelang berhasil menjalankan pemerintahan sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) 2005-2025.

”Ada tiga bidang yang selaras dan sesuai dengan Kota Magelang sebagai Kota Jasa bahwa di bawah arahan Walikota Magelang, bidang perdagangan, kesehatan, dan pendidikan kita terus berkembang. Apalagi selama 10 tahun terakhir,” kata Joko Soeparno di sela Refleksi 10 tahun kepemimpinan Walikota Magelang, di Pendopo Pengabdian, kemarin.

Ia merinci di masing-masing bidang, sangat banyak yang sudah terlihat secara nyata. Di bidang perdagangan misalnya, Pasar Rejowinangun berhasil dibangun kembali, setelah terbakar pada tahun 2008 silam.

Baca Juga
Babinsa Ikut Membantu Imunisasi Siswa

”Dibangunnya kembali Pasar Rejowinangun ini membuat pedagang yang sebelumnya tidak memiliki lapak, sekarang sudah difasilitasi lagi. Bahkan, Pasar Rejowinangun menyandang predikat pasar terbaik tingkat nasional. Itu membuktikan jika Pemkot Magelang sukses menata pasar ini,” ujarnya.

Kemudian, Joko melanjutkan, di bidang kesehatan RSUD Tidar, yang menjadi rumah sakit plat merah itu, menjadi rumah sakit rujukan warga se eks Karesidenan Kedu.

”Gedung setinggi 8 lantai dan 5 lantai sudah berdiri megah. Tentu dengan adanya dua gedung baru itu, peralatan di dalamnya pun semakin ditambah dan lengkap. Tidak heran jika RSUD Tidar sekarang menjadi rumah sakit rujukan se eks-Karesidenan Kedu,” paparnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, RSUD Tidar juga menjadi salah satu rumah sakit rujukan isolasi pasien Covid-19. Dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, RSUD Tidar dinilai telah menjelma sebagai rumah sakit terbaik di Karesidenan Kedu.

”Baru saja mendapatkan penghargaan predikat Bintang Lima. Seleksinya sangat ketat, dan tak semua rumah sakit yang besar bisa menyandangnya. Kita tentu patut berbangga dengan akreditasi Bintang Lima ini,” ujarnya.

Menurut Joko, prestasi yang diraih di bidang kesehatan ini tidak terlepas dari peranan seorang kepala daerah. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, lanjut Joko, senantiasa memberikan semangat dan motivasi kepada tenaga kesehatan untuk terus memberikan layanan optimal.

”Terutama di tengah pandemi ini. Pak Wali selalu meluangkan waktu untuk memberikan semangat para tenaga medis,” paparnya.

Di bidang pendidikan, Joko mengatakan bahwa sosok Sigit Widyonindito tak kenal lelah memberikan bimbingan dan nasihat kepada para pelajar, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Kegiatan yang dikemas berupa tinjauan setiap hari Senin itu diakui membuat pendidikan Kota Magelang terus maju dan berprestasi.

”Apel pagi di sekolah-sekolah, SD, SMP untuk memotivasi tenaga pendidik, tenaga pendidikan, dan siswa sehingga sekolah-sekolah kita bisa meningkatkan prestasi di tingkat regional dan nasional,” imbuhnya.

Di era Sigit pula, Universitas Tidar Magelang berstatus negeri menjadi Universitas Tidar (Untidar). Dalam hal ini, perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) akan menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga
Pembangunan Tol Jogja-Bawen Segera Terealisasi

”Mahasiswa jadi semakin banyak, dan daerah sekitar pun turut berkembang dengan adanya PTN. Untuk itu, Pemkot Magelang telah menghibahkan lahan seluas 4 hektar nantinya dijadikan gedung rektorat Untidar. Ini capaian monumental selama kepemimpinan Pak Sigit,” paparnya.

Di bidang entertain, Joko menyebut penataan kawasan Alun-alun, Pecinan, relokasi pedagang kaki lima (PKL), dan pembangunan dancing fountain juga tidak lepas dari tangan dingin seorang Sigit Widyonindito.

”Tahun 2011 pada periode pertama beliau (walikota) memimpin, penataan kawasan alun-alun, menjadi lebih estetis, bahkan menjadi tempat hiburan baru bagi warga setempat. Tadinya, Jalan Alun-alun Utara itu selalu macet, tapi setelah ditata, sekarang nyaris tidak ada kemacetan lagi,” terangnya.

Di sisi lain, Kota Magelang yang memiliki branding baru berupa Kota Sejuta Bunga juga telah dilengkapi dengan taman-taman yang estetis. Ruang terbuka hijau (RTH) terus ditambah di berbagai titik.

”Bahkan ketika tabebuya mekar, Kota Magelang menjadi daya tarik wisatawan karena kondisinya yang mirip dengan Jepang,” paparnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here