Seorang Nakes Meninggal Dunia, Puskesmas Kejajar Ditutup

TERPAPAR. Seorang perawat di Puskesmas Kejajar 1 meninggal dunia setelah terpapar virus corona.
TERPAPAR. Seorang perawat di Puskesmas Kejajar 1 meninggal dunia setelah terpapar virus corona.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Seorang perawat di Puskesmas Kejajar 1 meninggal dunia setelah terpapar virus corona. Perawat berinisial A tersebut menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (25/10) sekitar pukul 03.20 WIB. Sebelum meninggal ia menjalankan tugas penanganan covid-19 di Wonosobo.

“Perawat itu meninggal dan hasilnya ternyata positif covid-19. Semua teman-temannya itu enggak tahu,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wadoyo, Senin (26/10).

Saat ini pihak Dinas Kesehatan Wonosobo akan melakukan traking dengan mengambil swab terhadap seluruh petugas kesehatan maupun karyawan di Puskesmas Kejajar 1. Perawat tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo dan jenazah dilepas secara resmi oleh Direktur RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Danang Sananto Sasongko dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat.

Baca juga
Temanggung Tertinggi Nunggak Iuran BPJS, Capai Rp20 Miliar

Sejumlah rekan sejawat turut melepas jenazah perawat tersebut  untuk dimakamkan. Kesedihan dan duka mendalam tersebut, tergambar dalam sebuah video berdurasi 6 menit 38 detik yang didokumentasikan dan diposting akun instagram @setjonegoro yang merupakan akun resmi milik RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.

Dalam video itu, Direktur Danang yang mengenakan baju medis berwarna merah berkali-kali mendoakan agar perawat yang gugur tersebut meninggal husnul khotimah.

Danang menyampaikan, perawat tersebut  gugur saat menjalankan tugas negara, dalam penanganan wabah yang melanda dunia. Dia juga mengisahkan, dirinya mengetahui secara persis sosok perawat tersebut. Karena dirinya pernah berjuang bersama di puskesmas.

“Beliau orang baik, beliau tidak pernah marah, selalu tersenyum, bekerja dengan tekun, bertanggung jawab. Tidak neka-neko, hidupnya sehat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya seorang perawat yang dinilainya merupakan sosok yang baik dan pekerja keras. Pihaknya mendoakan agar perawat tersebut meninggal husnul khotimah dan dicatat sebagai syahid, karena telah berjuang bersama dalam penanganan wabah penyakit.

Sementara itu, Bagian Humas RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Tri Lestari saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pasien perawat tersebut meninggal pada Minggu (25/10) pukul 03.20 WIB. Namun mengenai kasus Covid-19, pihaknya tidak memiliki kewenangan, sehingga tidak tahu persis mengenai informasi secara lengkapnya.

Guna mencegah penyebaran virus covid-19, maka harus disiplin dalam 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. (gus)

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here