Banjir Longsor Hajar Belasan Desa di Pituruh

AMBRUK. Salah satu rumah di Desa Kalijering tampak ambruk rusak parah akibat terkena material longsor. 
AMBRUK. Salah satu rumah di Desa Kalijering tampak ambruk rusak parah akibat terkena material longsor. 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Pituruh, Senin (26/10) dini hari. Bencana tersebut terjadi setelah hujan lebat terjadi di kawasan tersebut sejak Minggu malam.

R Iman Ciptadi selaku Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Purworejo mengungkapkan, dari data yang dihimpun di lapangan, bencana tanah longsor terjadi di delapan desa di Kecamatan Pituruh diantaranya, Desa Kalijering, Kaligintung, Sawangan, Kapiteran, Kaliglagah, Somogede, Prapaglor dan Poliwangi. “Di Desa Kaligintung ada tiga titik lokasi longsor, sedangkan di Kalijering terdapat dua titik dan selebihnya masing-masing desa satu titik,” katanya.

Sementara untuk bencana banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Pituruh diantaranya, Desa Sawangan, Brengkol, Pekacangan, dan Petuguran. Luapan air sungai Lesung menggenangi rumah-rumah penduduk setinggi 0,5 – 1 meter. “Banjir terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari tadi. Tapi berdasarkan laporan warga, pagi ini air sudah mulai surut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalijering, Suroyo mengungkapkan, hujan dengan intensitas tinggi telah terjadi di wilayahnya sejak Minggu siang. Pada malam hari, hujan semakin deras dan kondisinya gelap gulita karena listrik juga padam. ” Akibat kejadian ini tujuh rumah terkena material longsor hingga rusak parah. Tidak hanya itu, longsor juga menimpa kandang kambing hingga hancur dan sejumlah kambing mati,” katanya.

Namun demikian, ia merasa bersyukur karena meskipun kerusakannya sangat parah namun tidak sampai memakan korban jiwa. Sementara untuk kerugian materiil ditaksir mencapai 1 miliar rupiah.

“Bencana alam ini tidak sampai ada korban jiwa tetapi ada satu warga yang dirawat dirumah karena tertimbun material longsor. Korban tertimbun longsor kurang lebih dua jam sampai evakuasi selesai dilaksanakan, korban terkena benturan keras dibagian kepala dan dadanya sakit,” katanya.

Sampai saat ini sudah ada beberapa bantuan logistik yang sampai diposko bencana. Bantuan ini berasal dari beberepa lembaga swadaya masyarakat dan BPBD kabupaten Purworejo. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here