Kader Fatayat Dilatih Sablon Manual, Bangun Kemandirian Ekonomi Kaum Perempuan

BERFOTO. Peserta pelatihan berfoto bersama dengan Subdit Bidang Tepat Guna dan Ka Dinperinaker Purworejo. 
BERFOTO. Peserta pelatihan berfoto bersama dengan Subdit Bidang Tepat Guna dan Ka Dinperinaker Purworejo. 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sedikitnya 20 orang kader Fatayat NU Kabupaten Purworejo dilatih wirausaha pelatihan sablon manual tanpa listrik, Minggu (25/10) di kompleks NU Center Purworejo. Pelatihan yang digelar selama tiga hari tersebut bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi kaum perempuan khususnya kader Fatayat agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Purworejo, Rr Nurul Komariyah mengungkapkan, kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan melalui program Pembekalan Penciptaan Wirausaha Baru Melalui Teknologi Tepat Guna. Hadir dalam pembukaan tersebut, Subdit Bidang Tepat Guna, Reza Mahendra dan Kepala Dinperinaker Purworejo, Gathot Suprapto.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program serupa di tahun 2018 dari Kemenaker RI. Pada waktu itu program pelatihannya menjahit kaos. Dan di tahun inj dilanjutkan dengan program sablon manual tanpa listrik,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui upaya yang dilakukan oleh PC Fatayat NU tersebut Nurul berharap bahwa kader-kader di bawahnya tidak hanya memiliki keterampilan berorganisasi serta berinteraksi sosial keagamaan, namun juga memiliki keterampilan membangun basis ekonomi.

Baca Juga
Hujan Sepekan, Lima Kecamatan di Wonosobo Diterjang Longsor

“Jadi kader Fatayat tidak hanya kumpal kumpul, rapat pengajian saja, namub diharapkan mampu menjadi wirausahawan sukses dan mandiri tidak hanya tergantung kepada suaminya. Sehingga dapat turut menopang ekonomi keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto mengapresiasi langkah Fatayat NU Purworejo yang telah membantu pemerintah dalam rangka berupaya menciptakan wirausahawan baru di kalangan kaum perempuan. Dengan demikian, follow up dari kegiatan tersebut tidak hanya akan meningkatkan ekonomi keluarga, tapi juga berpotensi untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi angka pengangguran di Purworejo.

“Terlebih di masa sulit akibat pandemi covid-19, peran serta kelompok masyarakat atau organisasi kemasyarakatan sangatlah penting untuk bergandengan tangan bersama pemerintah daerah dalam rangka membantu mengatasi kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat,” tandasnya. (luk) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here