Hujan Sepekan, Lima Kecamatan di Wonosobo Diterjang Longsor

TANAH LONGSOR. Tanah longsor dan pohon tumbang pasca hujan deras disertai angin kencang dan petir.
TANAH LONGSOR. Tanah longsor dan pohon tumbang pasca hujan deras disertai angin kencang dan petir.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pemkab Wonosobo melalui BPBD akan kembali mengaktifkan tim relawan bencana tingkat kecamatan, menyusul cuaca ekstrim seiring datangnya musim penghujan tahun ini. Pasalnya sepekan diterjang hujan deras, telah muncul sejumlah titik longsor di lima kecamatan yang berdampak pada kerusakan jalan dan pemukiman warga.

Berdasarkan data yang masuk di BPBD Wonosobo, setidaknya ada lima kecamatan di Wonosobo yang muncul  tanah longsor dan pohon tumbang pasca hujan deras disertai angin kencang dan petir dalam sepekan ini. Kecamatan tersebut, meliputi  Wonosobo, Watumalang, Selomerto, Sukoharjo dan Sapuran.

“Ada belasan rumah di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo rusak setelah diterjang longsor pada Jumat (23/10) lalu. Selain itu, longsor yang disebabkan hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang dan menutup sejumlah ruas jalan umum,” ungkap Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabarno Mondleng, kemarin

Menurutnya, hujan lebat selama kurang lebih 4 jam mengguyur wilayah Wonosobo menyebabkan musibah tanah longsor di beberapa tempat. Dampak hujan deras tersebut menyebabkan bencana alam tanah longsor yang menimpa sejumlah rumah warga, menutup akses jalan dan menyebabkan pohon tumbang menutup jalan umum.

Disebutkan, longsor di Kecamatan Wonosobo terjadi di Dusun Sribit, Desa Wonolelo yang menyebabkan rumah milik Mistini (51) serta Biyah (57) warga setempat rusak. Sehingga menyebabkan Biyah dan keluarga harus mengungsi. Selain itu jalan desa setempat juga tertutup longsor.

Di Kecamatan Watumalang, longsor terjadi di Dusun Bungkusan, Desa Gumawang Kidul yang menyebabkan 1 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan dan 1 orang mengalami luka-luka setelah tertimpa material longsoran.

Baca Juga
Tambah Delapan, Meninggal Satu, Data Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Magelang Terkini

Rumah yang mengalami kerusakan berat, katanya, milik Muhyanto (40) warga RT 01/03, akibatnya korban harus mengungsi. Untuk tiga rumah yang mengalami rusak ringan adalah milik Haryono (42) Warga RT 01/03, Maryoto (60) Warga RT 02/03 dan milik Maryanto (50) warga RT 02/03.

Di Kecamatan Selomerto sebuah senderan yang berada di Dusun Karangtengah RT 01/05, Desa Tumenggungan longsor dan menimpa dua rumah milik Caroko dan Sudarno. Longsor di Kecamatan Sukoharjo terjadi di Dusun Prumasan, Desa Kalibening yang menyebabkan rumah milik Amin warga RT 01/02 dan Arjanom warga RT 01/02 rusak, sehingga harus mengungsi di rumah saudara.

“Hujan juga menyebabkan keretakan tanah dengan panjang 20 meter dan tinggi 4 meter dan mengancam rumah milik Parwito, Nisar dan Sarmanto warga RT 07/02,” bebernya.

Sementara di Kecamatan Sapuran longsor terjadi Dusun Ringkuk, Desa Rimpak yang merusak rumah milik Idris (40) warga RT 02/07. Selain itu, rumah milik Sarnoto (60) warga RT 01/08 rusak bagian atap setelah tertimpa pohon tumbang dan material tanah dari longsoran tebing setinggi 25 meter.

“Longsor tebing setinggi 20 meter juga menutup akses jalan dari Dusun Wonoroto menuju Dusun Ringkuk, Desa Rimpak. Selain itu, tebing setinggi 50 meter juga menutup akses jalan dari Dusun Ringkuk menuju Dusun Krajan sepanjang 10 meter,” terangnya.

Baca Juga
Total Positif Covid-19 di Purworejo Capai 807 Orang

Kepala BPBD Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim Kurniawan mengemukakan, sejak awal musim, pihaknya telah mengingatkan warga potensi adanya bahaya longsor di Wonosobo. Sehingga perlu langkah mitigas untuk mengurangi risiko.

“Tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini disaat musim hujan yang disertai petir, angin kencang yang bisa mengakibatkan, tanah longsor, banjir dan pohon tumbang, hati – hati yang bermukim di daerah rawan longsor, perbaharui selalu informasi cuaca melalui aplikasi maupun situs resmi dari BMKG,” katanya. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here