600 Personel Disiagakan Hadapi Bencana di Banjarnegara

SIAP SIAGA. Apel siaga bencana dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam antisipasi penanggulangan bencana, terutama bencana tanah longsor.
SIAP SIAGA. Apel siaga bencana dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam antisipasi penanggulangan bencana, terutama bencana tanah longsor.

MAGELANGEKSPRES.COM,BANJARNEGARA – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Banjarnegara mengggelar apel siaga bencana di Alun-alun Banjarnegara, Kamis (22/10).

Apel diikuti 600 personel dari unsur Pemkab (BPBD, Satpol PP, Dinsos, Dinhub), TNI/Polri, SAR, PMI, RAPI, Linmas, Damkar, serta relawan terlatih seperti Tagana dan Destana.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan apel siaga bencana dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam antisipasi penanggulangan bencana, terutama bencana tanah longsor.

Terlebih saat ini Banjarnegara sudah memasuki musim penghujan dan 75 persen wilayah Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana.

Bupati menyebut hingga akhir Oktober ini, sudah terjadi 101 kejadian tanah longsor, dua kali bencana banjir, 21 kejadian angin kencang dan 26 kejadian kebakaran.

“Untuk itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan semua pihak,” ungkapnya.

Meskipun bencana masih dalam skala kecil, kesiagaan dan pengecekan peralatan harus dilakukan. Sehingga saat terjadi bencana, semua komponen sudah siap. Tidak hanya petugas, tetapi juga peralatan pendukung.

“Peralatan dan kesiapan ini sudah cukuplah, yang kita harapkan bencana tidak terjadi di Banjarnegara ini. Namun kita terus berupaya sekuat tenaga untuk pengoptimalkan potensi yang ada,” ungkapnya.

Pihak swasta juga siap ambil bagian dalam penanganan bencana. “Penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab bersama. Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih, karena banyak pihak swasta yang peduli jika ada bencana, terutama pengerahan alat-alat berat. Itu sangat membantu,” ungkapnya.

Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Arh Sujeidi Faisal mengatakan Kodim 0704/Banjarnegara telah menyiagakan satu satuan setingkat pleton atau 350 prajurit yang siap diterjunkan jika terjadi bencana.

“Untuk itulah apel ini digelar, yakni memantapkan sinergitas semua pihak, mulai dari Pemkab TNI, Polri, serta relawan. Kami dari TNI tentunya siap siaga, sudah ada satu satuan setingkat pleton. Doakan ya Banjarnegara tidak ada bencana,” paparnya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tiga pleton pasukan Satgas bencana. “Kepolisian juga menyiapkan fasilitas ambulans, anjing pelacak jenis Cadaver yang punya keahlian khusus SAR, untuk membantu mengevakuasi korban, termasuk armada roda empat dan dua sudah kami siagakan,” kata Fahmi.

Kepala BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto, mengatakan pihaknya beserta jajaran dan jaringan relawan selalu siaga jika terjadi bencana. “Setiap saat kita lakukan pemantauan, baik patroli langsung maupun komunikasi dengan ujung tombak informasi dan relawan di desa. Ini sebagai langkah anisipasi. Harapannya, Banjarnegara tetap aman dan tidak terjadi bencana,” katanya.

Aris juga mengimbau bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk berhati-hati, terutama jika hujan turun. “Bagi warga yang rumahnya di dekat tebing, alangkah baiknya mengungsi dulu, dan kaum laki-laki harus menggiatkan ronda malam,” ujarnya.

Seusai apel, Bupati bersama Forkopimda kemudian mengecek pasukan dan seluruh perlengkapan dan peralatan siaga bencana. (drn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here