Jadi Jurkam, Walikota Magelang Segera Ajukan Cuti

CUTI. Menjadi jurkam, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito siap mengajukan cuti ke Gubernur Jawa Tengah, sehari dalam sepekan.
CUTI. Menjadi jurkam, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito siap mengajukan cuti ke Gubernur Jawa Tengah, sehari dalam sepekan.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG TENGAH – Walikota Magelang, Sigit Widyonindito segera melayangkan surat cuti kepada Gubernur Jawa Tengah, karena dirinya menjadi juru kampanye calon walikota dan wakil walikota Magelang, Aji Setyawan-Windarti Agustina (As Winner). Namun demikian, cuti tersebut tidak penuh waktu, melainkan hanya sehari tiap pekannya.

”Satu hari kok. Jumat saja tiap minggu. Kalau hari libur (Sabtu dan Minggu) kan bebas (tidak perlu cuti),” kata Sigit seusai memberikan bantuan stimulus kepada pedagang kaki lima (PKL) di Pendopo Pengabdian, kompleks Rumah Dinas Walikota Magelang, Rabu (21/10).

Menurut Sigit, pada hari libur, sesuai ketentuannya maka dia tidak perlu mengajukan cuti. Ia pun menjamin meski waktu kerjanya terpotong sehari, tidak akan mengganggu pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

”Tidak akan terganggu kok. Saya itu stand by 24 jam mengurus kota ini. Pejabat pemerintah juga saya gerakkan untuk selalu berpikir cerdas. Tidak ditunggu atau ditunggu hasilnya tetap sama, profesional. Kayak orang-orang Eropa itu lho, jadi jalan semua, nggak ada yang menurun,” ujarnya.

Baca Juga
Rapid Test KPPS di Wonosobo Bakal Habiskan Anggaran Rp2,4 M

Sigit menyebut akan mengatur mekanisme kampanyenya selama cuti, yakni dengan menyesuaikan kebutuhan jurkam di setiap kegiatan. Sebab, ia melihat kampanye saat ini sarat berbeda dengan Pilkada sebelum-sebelumnya.

”Dikurangi untuk tatap muka. Jadi nanti menyesuaikan saja dengan kegiatannya seperti apa,” jelasnya.

Dia juga menjamin bahwa kinerjanya tak menurun meski jangka waktu kepemimpinannya tinggal 6 bulan lagi.

”Ada persepsi kalau kurang setahun lagi, kerjanya terus enak-enak. Enggak, saya enggak begitu. Situasi kota tetap stabil,” ucapnya.

Sigit menegaskan, kendati dirinya menjadi juru kampanye, namun bagi aparatur sipil negara (ASN) diminta tetap mematuhi aturan. Salah satunya, tetap menjaga netralitas bagi abdi negara.

”Saya selalu mengajak ASN untuk netral. Tidak hanya saya Pak Sekda, Kepala BKPP, ya semuanya selalu mengingatkan itu. Kita harus patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Menurut Sigit, yang disebut netralitas itu, ASN dilarang terlibat proaktif, misalnya memobilisasi massa untuk mengarahkan pilihan ke salah satu pasangan calon. Meski demikian, ASN tetap berhak menyuarakan hak pilih sesuai keinginan masing-masing. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here