Tingkat Kebakaran di Temanggung Tinggi

TUNJUKKAN. Salah satu petugas Damkar sedang menunjukkan atap rumah warga di Kecamatan Tembarak yang terbakar. 
TUNJUKKAN. Salah satu petugas Damkar sedang menunjukkan atap rumah warga di Kecamatan Tembarak yang terbakar. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Jumlah kebakaran di wilayah Kabupaten Temanggung hingga bulan Oktober 2020 cukup tinggi yakni mencapai 25 kebakaran, mayoritas penyebab kebakaran karena faktor kelalaian.

Kepala Bagian Pemadam Kebakaran Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan, dari bulan Januari hingga Oktober 2020 ini tingkat kebakaran di Temanggung cukup tinggi, namun yang paling banyak terjadi saat memasuki musim kemarau.

“Musim kemarau seperti saat ini semuanya menjadi kering dan sangat mudah terbakar, apalagi bangunan yang bahan dasarnya dari kayu,” terangnya.

Gito menyebutkan, setidaknya hingga saat ini tercatat sebanyak 25 kejadian kebakaran, dan paling banyak kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Kedu.

“Potensi terjadinya kebakaran memang bisa terjadi di 20 kecamatan, namun saat ini yang paling banyak dan paling rawan terjadi kebakaran di Kecamatan Kedu,” jelasnya.

Menurutnya, dari kejadian kebakaran tersebut setidaknya kerugian mencapai miliaran rupiah, sebab sebagian besar kebakaran terjadi pada perusahan-perusahaan swasta.

“Bisa lebih dari miliaran rupiah, mayoritas kebakaran terjadi di perusahaan sehingga nilai kerugiannya memang cukup tinggi,” ujarnya.

Dari sejumlah kebakaran yang terjadi di Temanggung ini sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian manusia atau human error.

“Lebih dari 50 persen karena kelalaian manusia, sebenarnya ini sangat fatal,” ungkapnya.

Gito mengimbau, agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaannya dan jangan sampai lengah, terutama saat rumah akan ditinggalkan dalam keadaan kosong.

“Peralatan yang memakai listrik harus benar-benar diperhatikan dan dipastikan dalam kondisi bagus, kompor gas juga wajib diperhatikan. Apalagi yang menggunakan kayu bakar, saat akan ditinggal harus dipastikan dalam keadaan api sudah mati,” pesan Gito. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here