Cegah Kenakalan Remaja, Unimma Beri Penyuluhan Ibu-ibu PKK

PENYULUHAN. Tiga dosen FH Unimma memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK tentang kenakalan remaja di Dusun Seneng, Desa Banyurejo, Mertoyudan, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pergaulan anak menjadi salah satu faktor penentumembangun karakter serta kebiasaan anak. Selain itu, peran orangtua juga sangat tinggi, agar anak tidak terjerumus pada perbuatan negatif.

Mendasari hal tersebut, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menggelar penyuluhan ke PKK di sejumlah desa di Kabupaten Magelang. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Unimma dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Unimma, dan anggota PKK.

Dengan penerapan protokol kesehatan, tiga dosen Unimma, antara lain Yulia Kurniaty SH MH, Johny Krisnan SH MH, dan Basri SH MHum mendatangi PKK di Dusun Seneng, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

“Kenakalan remaja menjadi topik umum dan kita kerucutkan masalahnya menjadi kenakalan dan pengaruh narkotika. Hasil analisa kami, mereka yang terjebak kenakalan remaja ini besar dipengaruhi oleh lingkungannya,” kata Basri.

Tidak sedikit, di awal mereka sebenarnya hanya ikut-ikutan saja. Ada juga karena faktor permasalahan yang tengah diderita, sehingga remaja memilih lingkungan dan pergaulan yang salah.

“Padahal mereka ini hanya ikut-ikutan saja, senang-senang, lepas dari masalah. Tapi tanpa disadari justru saat itu dia telah salah jalan dan terjerumus ke perbuatan negatif,” imbuh Basri.

Nara sumber lainnya, Yulia Kurniaty menambahkan bahaya narkotika tidak hanya merugikan kesehatan penggunanya. Lebih dari itu, narkotika mampu memupuskan masa depan anak-anak. Sebab, zat narkotika jika dikonsumsi jangka waktu yang panjang dapat berakibat habitual, adiktif, dan toleran.

Baca Juga
Belum Bebas Malaria, Pemkab Purworejo Targetkan Elimininasi Tahun Depan

“Artinya bahwa setiap dosis yang dipakai akan selalu meningkat. Akibatnya, tidak sedikit yang berujung kematian karena overdosis,” tuturnya.

Selain itu, pengguna narkotika juga rentan berbuat nekat. Sebab akan muncul rasa ketagihan, yang memaksa seorang pengguna berbuat hal apapun asalkan mendapat barang haram itu.

“Dorongan untuk membeli narkotika jadi semakin tinggi, padahal harganya tidak murah. Tidak jarang mereka nekat melakukan tindak pencurian, penipuan bahkan menjadi kurir peredaran narkotika. Itu sangat mengganggu masa depannya,” ucapnya.

Sementara itu, Johny Krisnan menjabarkan tentang sistem peradilan pidana anak. Menurut dia, anak yang terlibat masalah hukum akan diperiksa dengan mekanisme yang berbeda dengan orang dewasa. Namun demikian, anak tetap akan dituntut pertanggungjawabannya.

“Kami berharap ibu-ibu PKK Dusun Seneng ini sekaligus menjadi kader untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dalam membina dan mengasuh putra-putrinya. Ini bertujuan supaya anak-anak kita tidak terlibat kenakalan remaja, terutama narkotika karena bahayanya yang sangat besar,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here