Ribuan Keluarga Tolak Bantuan

TOLAK BANTUAN – Karena sudah mandiri, keluarga yang dulu masuk PKH kini menolak bantuan dari pemerintah.
TOLAK BANTUAN – Karena sudah mandiri, keluarga yang dulu masuk PKH kini menolak bantuan dari pemerintah.

MAGELANGEKSPRES.COM,SEBANYAK 1.417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) kemarin menolak bantuan yang disalurkan Pemkot Tegal. Alasannya, mereka sudah menjadi keluarga mandiri.

”Alhamdulillah, keluarga kami sudah mandiri. Sehingga kami yang sebelumnya masuk dalam KPM menolak bantuan tersebut,” ungkap Taripah, 50, warga Jalan Ponorogo, RT 6 RW I, Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana.

Menurutnya, masih banyak keluarga yang membutuhkan bantuan tersebut, sehingga dia mearsa tidak lagi pantas menerimanya.

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi didampingi Kepala Dinas Sosial Bajari mengapresiasi langkah KPM yang sebelumnya masuk dalam PKH menolak bantuan tersebut karena telah mandiri.

”Sampai Oktober 2020, ada 1.417 KPM yang menolak bantuan. Mereka suka rela tidak menerima bantuan PKH lagi karena telah mandiri,” terangnya.

Menurutnya, untuk KPM Kota Tegal yang masih menerima PKH berjumlah 7.198 kepala keluarga (KK). Mereka akan terus didampingi dan dipantau.

”Dari 1.417 KPM yang menolak bantuan secara sukarela, ada tiga orang yang sempat kami datangi,” ungkapnya.

Ketiganya adalah Daryatun ,41 warga Jalan Ki Hajar Dewantara RT 2 RW I, Kalinyamat Kulon; Parikhatun warga Jalan Ki Hajar Dewantara, RT 6 RW I, Kalinyamat Kulon, dan Taripah Jalan Ponorogo, RT 6 RW I, Sumurpanggang.

”Kami atas nama pemerintah daerah mengapresiasi 1.417 KPM yang telah memberikan contoh dan motivasi kepada mereka yang belum mandiri,” ungkap Jumadi.

Utamanya untuk tiga keluarga yang barusan dia sebutkan karena secara sukarela menolak atau mengundurkan diri sebagai KPM. (gus/wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here