Produksi Beras Naik Signifikan di 2020

Produksi Beras Naik Signifikan di 2020
Produksi Beras Naik Signifikan di 2020

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksu pangan, terutama komoditas beras menuai hasil menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta atau naik 1,00 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 31,31 juta ton.

Kepala BPS Suhariyanto merinci, produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektar (ha) atau mengalami kenaikan 108,93 ribu ha atau 1,02 persen dibandingkan luas panen tahun 2019 yang sebesar 10,68 juta ha.

“Sementara produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 55,16 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami kenaikan 556,51 ribu ton, naik 1,02 persen dibandingkan produksi 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG,” ujar Suhariyanto, kemarin (16/10).

Dia menambahkan, potensi panen sepanjang Oktober hingga Desember 2020 diperkirakan sebesar 1,78 juta ha sehingga total potensi luas panen padi pada 2020 di prediksi mencapai 10,79 juta ha. Angka ini naik sekitar 108,93 ribu ha atau 1,02 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 10,68 juta ha.

“Luas panen tertinggi pada 2020 terjadi pada April yaitu sebesar 1,86 juta ha, sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 0,32 juta ha,” tuturnya.

Mengenai capaian positif itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan, bahwa peningkatan produksi beras tahun 2020 merupakan hasil dari strategi dan kebijakan yang dijalankan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Kongkritnya, Suwandi membeberkan yakni Kementan menerapkan konsep pertanian yang maju, mandiri dan modern. Adapun praktik di lapangan di antaranya penggunaan bibit unggul, pupuk berkualitas, mekanisasi pertanian modern yang mempercepat olah tanah, tanam dan panen, bantuan asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.

“Sesuai arahan Mentan SYL, kami terus terjun ke lapangan, tidak hanya sekAdar memonitor tapi memastikan langsung dan cepat mengambil langkah nyata jika terdapat lahan yang belum melakukan pengolahan dan penanaman,” ujarnya.

Langkah lainnya, lanjut dia, yakni percepatan olah tanah pada lahan tadah hujan, lahan kering dan sawah di lokasi yang sudah siap airnya didukung modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kementan bersama pihak perbankan memudahkan petani untuk memperoleh modal, sehingga usaha pertanian semakin mudah dan mandiri,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19 menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2020 yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (qtq) dan secara year on year (yoy) turun 5,32 persen.

Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian tumbuh 16,24 persen pada kuartal II/2020 (qtq) dan bahkan secara yoy, sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here