Menerobos Medan Terjal Kala Pandemi, Bersinergi Buka Akses Ekonomi

    SINERGI. Puluhan personel TNI dan warga bersinergi membuka akses ekonomi dalam Program TMMD ke-109 di Desa Sedayu Kecamatan Loano, 
    SINERGI. Puluhan personel TNI dan warga bersinergi membuka akses ekonomi dalam Program TMMD ke-109 di Desa Sedayu Kecamatan Loano, 

    MAGELANGEKSPRES.COM,Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 Tahun 2020 yang dilaksanakan Kodim 0708/Purworejo di Desa Sedayu Kecamatan Loano berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penuh tantangan. Medannya terjal, segala aktivitas harus dikerjakan dalam keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Namun, tak disangka, berbagai program terlaksana lebih baik dari rencana. Kuatnya kebersamaan TNI, Polri, warga, dan elemen lain seolah menjadi bukti bahwa pengabdian untuk negeri tak terbatasi.

    Hari-hari warga Desa Sedayu diliputi rasa bahagia sejak TMMD ke-109 diluncurkan di Pendopo Kabupaten Purworejo pada 22 September 2020 lalu. Bagaimana tidak, ruas jalan utama desa sepanjang 1.665 meter yang telah bertahun-tahun rusak bakal berubah jadi rabat beton. Impian memiliki akses ekonomi memadai yang sudah lama terpendam, kini terbongkar. Bahkan, meski pembangunan belum kelar.

    “Saya senang sekali, ini TMMD baru berjalan saja saya sudah dapat berkah dengan berjualan. Apalagi nanti kalau pembangunan jalan sudah selesai, mau usaha apa-apa mesti jadi mudah,” kata Sumirah (56), perempuan buruh tani warga RT 2 RW 3 yang membuka warung dadakan di sekitar lokasi TMMD, kemarin.

    Harapan warga tak beda dengan pemerintah desa. Selama ini, Sedayu yang berbatasan langsung dengan wilayah Jogjakarta di ujung timur laut Kabupaten Purworejo, sudah cukup gregetan menyambut banyak peluang. Apalagi, Sedayu kini punya Destinasi Digital Pasar Menoreh yang terhubung langsung dengan Glamping De Loano, salah satu Destinasi Super Prioritas Kementerian Pariwisata yang dikelola Badan Otorita Borobudur (BOB).

    “Selama ini pintu masuk ke Glamping cuma ada dari Jogja. Dengan adanya jalan ini nanti Purworejo jadi punya akses strategis. Dari Pasar Menoreh bisa langsung tembus Glamping,” kata Kades Sedayu, Ahmad Said SPd.

    Desa Sedayu berpenduduk 1.818 jiwa. Sebagian besar menggeluti bidang pertanian padi, peternakan kambing, dan perkebunan cengkih. Perbaikan dan pelebaran jalan sangat memudahkan distribusi hasil pertanian. Misalnya, warga yang selama ini menjual kambing dengan didatangi langsung tengkulak, akan lebih mudah memasarkan sendiri ke pasar Banyuasin.

    “Selama ini kalau pakai motor susah. Bahkan, ada yang terisolir. Kalau sudah bagus nanti, petani bisa jual langsung komoditasnya sehingga harganya lebih tinggi,“ sebutnya.

    Di Desa Sedayu ada beberapa lembaga pendidikan, seperti MA Riyadlul Muta’allimin, SD Sedayu, TK Hardi Siwi, dan 2 Pos PAUD. Akses jalan yang memadai juga sangat mendukung upaya peningkatan pendidikan.

    “Jalur pendidikan otomatis jadi lebih mudah. Sedayu yang kaya kesenian lokal, seperti Lengger dan Jathilan, juga mudah-mudahan akan semakin berkembang,” harap Said.

    TMMD di Desa Sedayu ditargetkan selesai 21 Oktober 2020. Untuk pengecoran jalan, sasarannya sepanjang 1.665 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 12 Cm. Sepanjang 1.400 M melintasi Dusun Wonosari menuju ke arah Glamping De Loano.  Sepanjang 115 M membuka jalan ke arah Curug Nabak di Dusun Lor Kali dan 150 M di Dusun Sejati.

    “Yang kami paling salut di sini adalah kesantunan dan gotong-royong masyarakat. Jadi dalam bekerja kita nyaman karena kehadiran TNI dianggap seperti saudara,” kata Kapten Inf Sutrisno, Danramil/11 Loano selaku Komandan Pelaksana Lapangan.

    Sedikitnya ada 3 titik curam dengan sudut elevasi mencapai 45 derajat. Lokasi itulah yang memakan banyak waktu karena butuh tenaga ekstra. Namun, berbekal kebersamaan yang tinggi, semua dengan cepat diatasi. Tanpa dikomando, seluruh warga di dusun yang terlintasi pekerjaaan turun ke lapangan. Bahkan, para remaja atau pemuda Karang Taruna rela lembur tiap malam membatu pengecoran. Ibu-ibu PKK menyiapkan konsumsinya setiap hari.

    Inovasi demi efisiensi dan efektivitas kerja juga mucul spontan untuk menyikapi medan, yakni dengan membuat Talang Sakti. Mengalirkan bahan jenangan dari tempat tinggi ke tempat redah dengan menggunakan alat sederhana semacam talang.

    “Kita juga dibantu Polri dan unsur lain, tapi untuk yang tingkat kesulitannya tinggi, prioritas pengerjaannya oleh TNI. Target memang 1 bulan, tapi saya prediksi ini akan lebih cepat dari target,” sebutnya.

    Pengerjaan di tengah pandemi diakui penuh keterbatasan. Namun, bisa disisikapi dengan menjaga asupan makanan dan menaati protokol kesehatan. Setiap harinya, seluruh personel apel pagi sekaligus cek kesehatan. Semua yang terlibat di lapangan wajib pakai masker.

    “Kesadaran warga sangat tinggi. Sampai seperti air bersih itu warga selalu mencukupi dengan berbagai cara,” lanjutnya.

    Selain pengecoran jalan, ada beberapa proyek fisik lain, seperti renovasi 1 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bantuan Baznas, Siskamling bantuan BOB, dan pembuatan tempat wudhu Masjid Tiban bantuan BNI 46. Sementara untuk kegiatan nonfisiknya antara lain penyuluhan yang melibatkan berbagi dinas/OPD di Kabupaten Purworejo. Sasarannya mulai dari anak-anak hingga orang tua.

    “Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, Kamtibmas, hingga kesehatan kita lakukan penyuluhan,” ungkapnya.

    TMMD di Desa Sedayu menjadi kado istimewa HUT ke-75 TNI pada 5 Oktober 2020 ini. Namun, peringatan terpaksa dilakukan sederhana dengan menggelar tasyakuran di lokasi.

    “Ini merupakan wujud syukur dan doa agar program TMMD berjalan aman dan lancar, selesai pada waktu yang ditentukan,” kata Letkol Inf Lukman Hakim, Dandim 0708/Purworejo selaku Dansatgas TMMD.

    TMMD kali ini mengusung tema “TMMD Pengabdian untuk Negeri”. Baginya, tema itu sangat mengena. Hal itu dikuatkan dengan tingginya dukungan warga, Polri, Pemkab dan elemen terkait, meskipun dalam situasi pandemi.

    “Bahkan, warga rela tidak meminta uang ganti rugi ketika tanahnya terkena pelebaran jalan. Ini luar biasa dukungan warga terhadap pembangunan dan untuk kemajuan desa,” ungkapnya.

    Desa Sedayu menjadi perhatian khusus TMMD periode ini karena keberadaannya menjadi penyangga Kawasan BOB.

    “Dengan adanya infrastruktur yang memadai diharapkan mampu mendukung aktivitas perekonomian yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” terangnya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here