Bosan Merantau, Khomsin Budidayakan Ikan Koi Usahanya Kini Berkembang dari Modal Tiga Pasang Ikan

    BERI MAKAN. Ipnu Khomsin sedang memberi makan Ikan Koi peliharaannya di kolam pemijahan miliknya, 
    BERI MAKAN. Ipnu Khomsin sedang memberi makan Ikan Koi peliharaannya di kolam pemijahan miliknya, 

    MAGELANGEKSPRES.COM,Kecintaan Ipnu Khomsin (40) terhadap dunia perikanan kini berbuah manis, setelah bertahun-tahun berusaha mengembangkan budidaya Ikan Koi. Kendala yang sudah ia hadapi selama ini justru menjadi pelajaran yang sangat berarti.

    Tahun 2011 menjadi tahun yang sangat bersejarah bagi Khomsin. Di tahun tersebut ia memutuskan untuk berhenti merantau lalu menggeluti usaha budidaya Ikan Koi.

    Di awal usaha membudidayakan ikan asal negeri Sakura ini, Khomsin membeli tiga pasang milik salah satu temannya. Saat itu tiga pasang Ikan Koi ditebusnya dengan harga Rp8 juta.

    “Saat itu ada salah satu teman saya yang sedang butuh uang, dia jual tiga pasang ikan koi kepada saya. Dari situ awal mula saya kembali ke dunia perikanan,” ungkap Khomsin saat ditemui di kolam pemijahannya, Minggu (27/9).

    Bagi Khomsin, dunia perikanan sudah seperti bagian dari hidupnya. Sejak memasuki masa sekolah menengah lanjutan, Khomsin memutuskan untuk menimba ilmu di SPPSPUM, salah satu sekolah perikanan di Temanggung.

    “Kalau sekarang menjadi SMK HKTI, saya memang sejak kecil sudah senang dengan ikan,” tuturnya.

    Sejak lulus dari sekolah, warga Wirosari Karangtejo Kecamatan Kedu ini langsung berusaha menerapkan ilmu yang didapatnya. Mulai berternak ikan konsumsi sampai dengan ikan hias dilakoninya. Berbagai macam kendala pun pernah ditemuinya selama membudidayakan ikan konsumsi.

    “Banyak sekali kendala, tapi bagi saya kendala itu justru bisa menjadi guru untuk menjadi lebih baik,” tuturnya.

    Ia mengaku, sempat merantau ke beberapa daerah untuk bekerja, namun saat kembali ke kampung halaman, dirinya kembali tergerak untuk membudidayakan ikan hias, terutama Ikan Koi.

    Menurutnya, semenjak membeli tiga pasang ikan koi dari salah satu temannya itu, dirinya semakin bersemangat untuk mengembangbiakan ikan tersebut. Selain bentuk dan warnanya yang bagus, Ikan Koi mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

    Hari berganti pekan, pekan berganti bulan dan bulan berganti tahun, akhirnya budidaya Ikan Koi berbuah manis. Hasil dari usahanya mulai dikenal di kalangan pecinta Ikan Koi baik di Temanggung dan sekitarnya, bahkan sampai ke luar Jawa seperti Lampung dan Sumatra.

    Prestasinya ini tidak membuatnya puas, hingga terus berusaha membudidayakan Ikan Koi yang berkualitas. Berbagai perlombaan Ikan Koi juga sudah sering diikutinya. Juara satu, dua, tiga dan empat pernah didapatnya selama mengikuti lomba.

    “Alhamdulillah yang bisa meraih prestasi ikan koi hasil budidaya sendiri, cukup puas dengan hasilnya,” tuturnya.

    Soal harga katanya, paling mahal ia menjual satu ekor Ikan Koi dengan harga Rp5 juta. Namun rata-rata ikan koi hasil budidayanya sudah laku terjual antara Rp1,5 hingga Rp2 juta.

    “Ini kan ikan hias, jadi harganya tidak terbatas. Kalau sudah suka biasanya berapapun pasti akan dibeli,” tuturnya.

    Kendati demikian, usahanya ini tidak selamanya manis. Sebelumnya ia pernah mengalami kegagalan ratusan ribu benih Ikan Koi milinya mati karena terserang penyakit. Namun kegagalan itu tidak lantas membuat dirinya patah arang, bahkan justru semakin mendalami budidaya ikan koi ini.

    Bagi peternak ikan harus benar-benar memperhatikan kolam budidayanya. Apalagi saat terjadi cuaca ekstrim, perhatian terhadap kolam dan ikan serta pakan dan obat-obatan semakin ditingkatkan.

    “Kalau kolam indoor memang tidak begitu berpengaruh, tapi untuk kolam outdor harus ekstra dalam perawatan,” pesannya. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here