TMMD Targetkan Betonisasi Jalan 1.000 Meter dan RTLH

PENINJAUAN. Dandim 0706 Temanggung bersama FKPD Temanggung melakukan peninjauan di lokasi TMMD,
PENINJAUAN. Dandim 0706 Temanggung bersama FKPD Temanggung melakukan peninjauan di lokasi TMMD,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0706 Temanggung menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 1.100 meter. Selain itu juga bisa menuntaskan program lainnya dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III di Desa Jlegong Kecamatan Bejen.

“Pembangunan fisiknya berupa betonisasi jalan sepanjang 1.100 meter, kami targetkan selesai selama pelaksanaan TMMD 30 hari ke depan,” ujar Komandan Kodim 0706 Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto, kemarin.

Ia menyebutkan, selain program fisik tersebut ada sejumlah program lainnya dalam TMMD Sengkuyung III ini. Program-program tersebut di antaranya, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 1 rumah.

“Rehab rumah RTLH ini bantuan dari Baznaz Temanggung,” terangnya.

Sedangkan untuk sasaran nonfisik di antarany, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19. Program ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Kodim 0706 juga akan memberikan wawasan kebangsaan dan Polres Temanggung memberikan sosialisasi Undang-Undang Lalulintas dan Kenakalan Remaja.

“Dalam TMMD ini kami bekerjasama dengan semua stakeholder di Temanggung,” katanya.

Waktu pelaksanaan TMMD ini berlangsung selama 30 hari ke depan, mulai 22 September 2020 sampai 21 Oktober 2020, berlokasi di Dusun Sabrang Desa Jelgong Kecamatan Bejen.

Baca Juga
TMMD Senkuyung III Kodim Wonosobo Dimulai, Hemat Anggaran Sampai 30 Persen

Anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan TMMD ini berasal dari beberapa sektor, dari APBD Provinsi Rp239 juta dan APBD Kabupaten Rp500 juta dengan jumlah total sebanyak Rp739 juta.

“Anggaran ini akan dimanfaatkan untuk semua program yang telah disusun dalam pelaksanaan TMMD,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Temanggung menyampaikan kegiatan TMMD ini adalah bagian dari untuk merawat dan mengikat kebersamaan kegotongroyongan antara TNI dan rakyat dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan dan persoalan kemasyarakat. Sinergitas kemanunggalan TNI dan masyarakat serta pemerintah daerah dan pemerintah desa suatu kekuatan yang luar biasa untuk memajukan desa menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai permasalahan yang ada di desa.

“Masalah yang sedang kita hadapi dan paling penting sekarang adalah situasi pandemi Covid 19 di mana pandemi ini bukan hanya membahayakan bagi kesehatan kita semua tetapi juga berdampak ke hampir semua sektor kehidupan saat ini,” tambahnya.

Bupati berharap dengan kemanunggalan TNI dan rakyat semua persoalan ini bisa dihadapi bersama.

“TNI sampai saat ini tetap kekeh tetap teguh bahwa protokol Covid harus ditegakkan, kita percaya bahwa apa yang disampaikan TNI pasti untuk kepentingan bangsa dan negara, serta untuk kepentingan keselamatan negara Republik Indonesia,” tegasnya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here