Unik, Calon Ketua RW di Keron, Sawangan Berkostum Punokawan

PUNOKAWAN. Para calon Ketua RW dalam kostum Punokawan, diarak dan diwajibkan untuk menari terlebih dahulu sebelum duduk dikursi kehormatan yang sudah disediakan oleh panitia.
PUNOKAWAN. Para calon Ketua RW dalam kostum Punokawan, diarak dan diwajibkan untuk menari terlebih dahulu sebelum duduk dikursi kehormatan yang sudah disediakan oleh panitia.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pemilihan ketua RW yang digelar di Dusun Keron Desa Krogowanan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang dikemas lain daripada biasanya. Tokoh pamomong ” Punokawan ” yang wajib hadir dalam adegan goro-goro dalam pertunjukan wayang, dimunculkan dalam kegiatan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, para calon ketua RW sendiri yang memerankan tokoh Punokawan tersebut.

Ketua panitia pemilihan Ketua RW setempat, Sujono, menginisiasi tema Punokawan agar diusung dalam acara pemilihan Ketua RW, dikarenakan Punokawan dalam cerita Pewayangan berperan sebagai abdi dan pamomong.

“Terdapat empat calon ketua RW, yang dirias seperti Punokawan. Hal itu mengandung filosofi untuk mengingatkan jika setelah terpilih nantinya mereka harus mengabdi dan juga sebagai pamomong untuk masyarakat,” ucap Sujono, Sabtu (19/9/2020).

Calonnya adalah Anton Prabowo dari RT 1, Wahudi dari RT 2, Sutarman dari RT 3 dan Yuwono dari RT 4. Mereka terlebih dahulu diarak menggunakan tandu dari gapura Dusun Keron menuju ke tempat pemilihan suara.

Baca Juga
Puluhan Warga Terjaring Operasi Yustisi, Hanya Dihukum Menyanyikan Lagu Wajib

“Semboyan dari Punokawan itu kan eling lan waspada, harapannya mereka selalu eling dengan masyarakat dan dapat waspada diri dalam menjadi pamomong masyarakat,” tambah Sujono.

Kendati acara pemilihan Ketua RW tersebut dikemas dalam balutan seni budaya, protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan cek suhu tubuh tetap dijalankan dengan baik.

Kepala Desa Krogowanan, Sugiono, yang turut hadir dalam acara tersebut sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga Dusun Keron tersebut. Karena menurutnya hal tersebut lain daripada yang lain.

“Kami mendukung kegiatan ini, karena pertama kami tidak ingin terjadi kekosongan ketua RW. Dan konsep ini adalah murni ide dan swadaya dari masyarakat Dusun Keron sendiri. Namun walaupun seperti itu, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik,” terang Sugiono.

Salah satu warga Dusun Keron, Fatimah menuturkan, sangat tertarik dengan diadakannya pemilihan ketua RW tersebut terlebih dibalut dengan konsep seni dan budaya.

“Konsepnya bagus, ini bisa jadi hiburan ditengah Pandemi Covid-19. Karena memang masyarakat haus akan hiburan. Pemilihan apapun itu tidak harus dilakukan dengan ketegangan dan persaingan. Di sini ternyata bisa dilakukan dengan humor dan penuh edukatif. Baik itu edukasi bidang seni budaya dan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan,” tutur Fatimah.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here