Kesadaran Kelola Sampah Masih Rendah, Pejabat Dinas LH Purworejo Turun ke Jalan Berikan Contoh

BERSIHKAN SAMPAH. Pejabat struktural Dinas LH Purworejo turun ke jalan di seputaran Pasar Kutoarjo untuk membersihkan sampah dan memberi contoh kepada para pedagang kaki lima, 
BERSIHKAN SAMPAH. Pejabat struktural Dinas LH Purworejo turun ke jalan di seputaran Pasar Kutoarjo untuk membersihkan sampah dan memberi contoh kepada para pedagang kaki lima, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Kesadaran masyarakat di Kabupaten Purworejo untuk mengelola sampah di rumah masih relatif rendah. Dari total 494 desa/kelurahan, baru sekitar 40 persen yang sudah mengikuti program pilah sampah.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Purworejo, Maria Dini Handajani, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya dan edukasi untuk mendorong masyarakat tertib mengelola sampah. Diharapkan masyarakat dapat meminimalkan pembuangan sampah ke tempat pembuangan sampah sementara, sebelum dikirim ke tempat pengelolaan akhir sampah.

“Dalam World Clean up Day tahun 2020 ini kami mengadakan sepuluh hari pilah sampah dari rumah,” kata Maria Dini, Senin (21/9).

Disebutkan, program pemilahan sampah tersebut diikuti sedikitnya 12 dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo. Pihaknya memberikan surat edaran kepada camat untuk disebarluaskan ke desa/kelurahan yang ada di kecamatan tersebut.

“Dari pemilahan yang dilakukan rumah tangga, sudah dilakukan penimbangan pada tanggal 15-17 September kemarin,” sebutnya.

Menurut Dini, langkah bersama ini dinilai telah memberikan hasil. Masyarakat pengumpul sampah mendapatkan nilai lebih dari sampah yang selama ini dibuang. Pasalnya, dari penimbangan yang dilakukan, warga langsung mendapatkan nilai rupiah.

“Ini menarik karena sampah yang sudah dipilah itu langsung kita carikan pengepul yang siap mengambil. Masyarakat bisa merasakan dimana mereka dibayar atas sampah yang mereka miliki,” jelasnya.

Baca Juga
Satu Tenaga Medis Positif Covid-19, Kasus di Kabupaten Magelang Tambah 4 Pasien Baru

Lebih lanjut diungkapkan bahwa jika melihat program tersebut, banyak warga yang tertarik. Selama ini warga abai karena menganggap bahwa sampah tidak ada nilainya dan harus dibuang.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purworejo, Al Bambang Setyawan mengungkapkan kegiatan World Clean Up Day di Purworejo dilakukan dengan menurunkan pejabat struktural dari Din LH Purworejo bersama petugas kebersihan setempat ke jalan-jalan protokol di Kutoarjo. Pihaknya memilih tempat yang ramai dan banyak pedagang kaki limanya.

“Kita memilih Jalan Tanjung Anom Kutoarjo. Di tempat tersebut jalannya ramai oleh pedagang. Dimana mereka adalah pedagang yang tidak mau menempati los di Pasar Kutoarjo,” ungkap Bambang.

Menurutnya, meninggalkan sampah jualannya masih menjadi kebiasaan dari para pedagang. Walaupun telah berusaha dibuang, tapi tetap saja meninggalkan sampah.

“Dan kegiatan ini kita mengedukasi para pedagang untuk bertindak tertib. Kita berada disitu untuk memberikan contoh,” jelas Bambang.

Pihaknya berharap ke depan Purworejo akan senantiasa bersih, sesuai dengan tema clean up day Purworejo yakni Kutoku Kudu Resik. Tidak hanya pedagang, kebiasaan baik itu juga sebaiknya diikuti oleh seluruh warga di Purworejo. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here