Akses Masuk Pasar Rejowinangun Dibatasi , Pasca-Pedagang Terpapar Covid-19

DIBATASI. Pascatemuan enam pedagang terpapar Covid-19, Pemkot Magelang langsung membatasi akses masuk Pasar Rejowinangun.
DIBATASI. Pascatemuan enam pedagang terpapar Covid-19, Pemkot Magelang langsung membatasi akses masuk Pasar Rejowinangun.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Pemkot Magelang langsung menindaklanjuti temuan sejumlah pedagang Pasar Rejowinangun yang terpapar Covid-19. Petugas melakukan tracing, penyemprotan disinfektan, dan menutup sebagian akses pintu masuk pasar tradisional terbesar se-eks Karesidenan Kedu itu.

”Kami melakukan tracing dan swab test, penyemprotan disinfektan, penutupan sebagian akses pintu masuk dan patroli keliling,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo, Senin (21/9).

Dalam patroli, petugas Satpol PP maupun petugas keamanan setempat semakin tegas terhadap pedagang maupun pengunjung yang tidak patuh pada protokol kesehatan. Terutama terkait penggunaan masker.

”Petugas mengingatkan pedagang dan pembeli untuk wajib pakai masker, kalau ketahuan tidak pakai disuruh beli, tidak dikasih gratis lagi,” tegas Catur.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Majid Rohmawanto menyebutkan sebanyak 23 pedagang Pasar Rejowinangun telah menjalani tes usap (swab test) menyusul temuan beberapa pedagang yang positif terpapar Covid-19.

”Sudah dilakukan tes swab 23 orang, dan hasilnya 1 orang di antaranya positif Covid-19. Untuk yang 22 lainnya negatif. Kami masih melakukan penelusuran apakah yang bersangkutan tertular di Pasar Rejowinangun atau tidak,” kata Majid.

Seorang yang tertular tersebut adalah laki-laki berusia 57 tahun, warga Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. Saat ini ia menjalani isolasi di RSUD Budi Rahayu Kota Magelang.

Sebanyak 22 orang yang negatif diperbolehkan berjualan lagi. Sebelum ada hasil ini, mereka dilarang berjualan termasuk yang positif untuk mencegah klaster Pasar Rejowinangun.

Ia menjelaskan keenam pedagang yang positif Covid-19 merupakan warga luar Kota Magelang. Tetapi kesehariannya mereka berjualan di pasar ini. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here