25 Warga Kembalikan BST, Pemkot Magelang Berikan Apresiasi

DINSOS. Kepala Dinas Sosial Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Pemkot Magelang memberikan apresiasi kepada keluarga yang mengembalikan bantuan sosial tunai (BST) terdampak pandemi Covid-19. Mereka yang mengembalikan itu karena terdaftar sebagai penerima ganda atau sudah menerima bantuan lainnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih mengatakan, selain data ganda, ada juga beberapa keluarga yang mengembalikan BST karena merasa keluarga mampu.

”Di data kami ada 25 keluarga yang mengembalikan dana BST. Kita kirim lagi ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak,” kata Wulan, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/9).

Ia menjelaskan, pengembalian BST ini karena memang sedari awal pihaknya sudah mengikat perjanjian dengan penerima manfaat. Keluarga yang mendapatkan diminta membuat surat pernyataan, bila mendapatkan bantuan lain wajib mengembalikan ke Dinas Sosial.

”Secara sadar mereka akhirnya mengembalikan. Ada yang sudah mengambil sampai tiga kali pencairan BST, masing-masing Rp600 ribu dikembalikan semuanya, karena sudah dapat bantuan dari Prakerja ataupun BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Wulan menilai, dibandingkan dengan bantuan lain, khusus BST ini memang nomionalnya paling kecil, sehingga tak jarang keluarga memilih bantuan lain dan mengembalikan BST.

”Jadi masyarakat yang sudah menerima BST, kemudian menandatangani surat pernyataan, bila menerima bantuan lain harus mengembalikan. Prakerja misalnya, kan bisa sampai Rp3,5 juta, sedangkan BST ini Rp2,4 juta sampai Desember, jadi banyak yang pilih Prakerja,” jelasnya.

Baca Juga
Kesadaran Kelola Sampah Masih Rendah, Pejabat Dinas LH Purworejo Turun ke Jalan Berikan Contoh

Ia juga menjelaskan, soal rencana pencairan jaringan pengaman sosial (JPS) yang berasal dari APBD Kota Magelang. Menurut Wulan, data saat ini sudah lengkap berada dan tinggal menunggu petunjuk teknis Walikota Magelang.

”Pencairannya tinggal menunggu Peraturan Walikota (Perwal). Besarannya Rp600 ribu, selama tiga termin, jadi totalnya Rp1,8 juta,” katanya.

Pihaknya merencanakan pencairan bantuan APBD Kota Magelang ini nanti melalui transaksi elektronik, tidak menggunakan sistem cash seperti BST. Menurutnya, uang elektronik dirasa lebih efektif dan dapat mencegah kerumunan massa di tengah pandemi ini.

”Nanti rekening akan dibuatkan masing-masing penerima manfaat. Kita juga berencana membatasi tiap orang yang datang ke ATM khusus penerima bantuan JPS ini, supaya tidak berkerumun,” tegasnya.

Wulandari menyebutkan, jumlah penerima BST di Kota Magelang sampai dengan Desember mendatang tercatat sebanyak 7.795 kepala keluarga (KK). Kemudian, keluarga yang diwacanakan mendapat JPS APBD Kota Magelang ada sekitar 2.291 KK.

”Data ini memang berbeda saat bulan Juni-Juli kemarin, karena sekarang KK yang sudah mendapatkan BST, ada bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja, dan bantuan pangan, PKH, dan lain sebagainya sudah didistribusikan. Sedangkan 2.291 KK ini yang kami data karena sampai dengan saat ini belum menerima bantuan apapun,” sebutnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here