Puluhan Kelompok Tani Purworejo Terima Bantuan Alsintan

JAJAL. Wabup Yuli Hastuti saat menjajal alat pertanian bantuan dari Kementerian Pertanian.
JAJAL. Wabup Yuli Hastuti saat menjajal alat pertanian bantuan dari Kementerian Pertanian.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sebanyak 66 kelompok tani di Kabupaten Purworejo, menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan alsintan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, di halaman Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP), kemarin.

Terdapat 66 unit alsintan yang diserahkan, berupa 7 unit traktor roda 4, 28 unit pompa air, 6 unit rice transplanter, 18 unit handsprayer  dan 6 unit cultivator.

“Dengan adanya mekanisasi pertanian diharapkan dapat menarik generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” kata Kepala DPPKP Wasit Diono SSos.

Wabup Yuli Hastuti mengungkapkan, Kabupaten Purworejo merupakan daerah agraris yang menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah.

“Selain itu, sektor pertanian menjadi salah satu sektor penting yang sangat mendukung pertumbuhan dan perekonomian daerah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian, agar sektor pertanian menjadi kuat dan tangguh. Antara lain dengan penyediaan benih, bibit dan teknik budidaya hingga teknologi panen dan pasca panen.

“Sebab dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas produk pertanian, akan mampu mewujudkan kesejahteraan petani,” tandasnya.

Dikatakan bahwa untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian serta mempertahankan swasembada pangan, pemerintah juga terus melakukan upaya modernisasi pertanian melalui penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di kalangan petani.

Baca juga
Dinkes Purworejo Diminta Tak Bosan Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

“Langkah ini ditempuh dalam rangka efesiensi waktu dan biaya usaha tani sejak mulai olah lahan hingga panen. Selain itu juga untuk mengatasi kendala semakin berkurangnya tenaga kerja atau buruh tani,” jelasnya.

Wabup mengakui, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, harga produk pertanian banyak yang turun dikarenakan terganggunya supply and demand produk pertanian. Pembatasan sosial berskala besar yang dilakukan di sejumlah daerah membuat pergerakan suppy hasil pertanian terganggu.

Disamping itu, daya beli masyarakat yang turun juga mengakibatkan permintaan produk pertanian juga menurun.

“Untuk itu kita semua berharap agar pandemi Covid 19 segera berakhir, kehidupan kembali normal  dan perekonomian terutama sektor pertnian menjadi pulih kembali,” harapnya.

Selain dampak pandemi Covid-19, menurut Wabup usaha tani juga rentan dengan ketidakpastian produksi akibat iklim dan hama.

“Oleh karena itu, saya tak bosan-bosannya menghimbau agar para petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Karena dengan mengikuti program ini, kerugian akibat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, serta serangan hama dan penyakit tanaman atau organisme pengganggu akan mendapatkan asuransi,” pesannya. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here