PTS Daring SMPN 1 Magelang Melatih Kejujuran Siswa

PTS. Guru SMPN 1 Magelang mengontrol pelaksanaan PTS daring di aula sekolah pada 
PTS. Guru SMPN 1 Magelang mengontrol pelaksanaan PTS daring di aula sekolah pada 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG– SMPN 1 Magelang tetap menyelenggarakan kegiatan penilaian tengah semester (PTS) di tengah pembelajaran secara daring. Sebanyak 730 siswa mengikuti PTS melalui aplikasi Google Classrom mulai Senin, 14 September 2020 hingga Sabtu, 19 September 2020. Selain untuk menilai akademik, PTS daring juga melatih kejujuran siswa.

“Secara umum SMP 1 tidak ada masalah (selama PTS daring, Red). Tidak ada yang luring. Tidak ada yang harus mengambil soal ke sekolah atau sekolah mengantar soal ke rumah,” terang Kepala SMPN 1 Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, S Pd., M.Pd, Kamis (17/9).

Ia menjelaskan, sekolah memberi bantuan kuota dan meminjamkan perangkat bagi siswa yang membutuhkan. Sebelum PTS, siswa terlebih dulu melakukan simulasi selama 4 hari. Selama PTS, mereka wajib memakai seragam dan mengirim bukti foto ke wali kelas. Siswa harus masuk ke pranala di Google Classroom melalui akun masing-masing pukul 07.30 WIB. Wali kelas bertugas memastikan kehadiran semua siswa.Murid kemudian mengerjakan soal dengan penunjuk hitungan waktu mundur selama 2 jam. Setelah selesai, jawaban siswa otomatis terhubung dengan kunci jawaban sehingga nilai langsung muncul.

“Hanya karena kita setting waktu mundur, kadang-kadang anak ada yang overtime. Harusnya setelah 120 menit selesai dikirim, ternyata ada yang keasikan menghitung jadi tidak bisa terkirim,” tambahnya.

Nurwiyono menuturkan, siswa yang terkendala mengulang mengerjakan pukul 13.00 WIB. Selain itu, pihak sekolah dapat mendeteksi siswa mengakses aplikasi selain Google Classrom pada perangkat. Siswa yang ketahuan tidak fokus mendapat peringatan dari sekolah.

Arinta Kusuma, siswa sekolah tersebut  menuturkan, PTS luring lebih mudah daripada daring.  Ia khawatir ada siswa yang mencontek lewat buku pelajaran.

“PTS online pemahaman murid tergantung sama guru. Kalau guru rajin setiap minggu menjelaskan materi, ya murid bakal paham. Kalau guru jarang mengajar, cuma disuruh baca dan mengerjakan, murid enggak paham,” katanya.

Menurutnya, belajar daring membuat murid lebih memperhatikan nilai daripada pemahaman materi. Di pembelajaran luring, guru menjelaskan lebih runtut dan siswa yang tidak mengerti langsung bertanya. “Selama guru sering menjelaskan materi, murid akan mengikuti gurunya,” ujarnya.

SMPN 1 Magelang berusaha menjaga kualitas dengan intens memberikan pelajaran daring. Guru membuat video penjelasan dan menjawab pertanyaan hingga malam hari. Ada juga program belajar daring di Radio Magelang FM. Bagi siswa yang terkendala, guru mendatangi rumah atau mengundang orang tua hadir di sekolah. “Kalau anak itu serius, dia pasti bisa,” tukasnya. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here