Temanggung Dikucur APBN Rp22 Miliar

Kepala DPUPKP Temanggung Hendra Sumaryana
Kepala DPUPKP Temanggung Hendra Sumaryana

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Di tengah pendemi Covid-19 seperti saat ini, Kabupaten Temanggung mendapatkan kucuran anggaran dari Anggara  Pendapatan  Belanja Negara (APBN) sebanyak kurang lebih Rp22 miliar.

“Alhamdulillah meskipun pandemi tapi masih ada anggaran yang dikucurkan ke Temanggung melalui APBN,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana, kemarin.

Ia mengatakan, anggaran tersebut, lebih banyak dari pada anggaran APBN yang diterima di tahun sebelumnya.

“Anggaran ini untuk pembangunan fisik dan infrastruktur di Kabupaten Temanggung 2020 pada masa Pandemi Covid-19 meningkat meski anggaran serupa di APBN dikurangi dan dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19,” tuturnya.

Hendra menuturkan, jalinan komunikasi dengan pemerintah pusat yang dilakukan selama ini, buahnya memang cukup manis. Meskipun kondisi saat ini masih pandemi, namun anggaran yang masuk ke Temanggung masih banyak.

“Kami mampu berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan meyakinkan bahwa pembangunan tersebut sangat dibutuhkan warga dan salah satunya untuk menggerakkan perekonomian di masa pandemi Covid-19,” tutur Hendra.

Ia menyampaikan pembangunan fisik itu yakni pembangunan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) yang totalnya mencapai Rp7,8 miliar untuk 35 desa di 13 kecamatan. Antara lain, Kecamatan Parakan, Bansari, Bulu, Tlogomulyo, Tembarak Kranggan dan Kecamatan Ngadirejo. Masing-masing titik dianggarkan sekitar Rp600 juta.

Baca Juga
Terjaring Razia Masker, Warga Dua Kecamatan Kena Sanksi Sosial

Kegiatan PISEW, katanya untuk pembangunan jalan antar desa, yang berupa pembuatan jalan beton, pengaspalan, paving dan pengerasan jalan. Tujuan PISEW untuk pemberdayaan masyarakat dengan padat karya, atau dana dikelola masyarakat namun pelaksanaanya dalam pengawasan tim dari DPU.

Dikemukakan, untuk pengembangan air bersih pada tahun 2020 untuk 29 lokasi atau desa. Total dana Rp7,3 miliar. Dana ini juga dikelola masyarakat. Pihaknya hanya mendampingi secara teknis, sehingga harapannya program tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat sesuai dengan kaidah.

“Program ini betul-betul sasar masyarakat yang terbatas akses air bersih. Dalam kondisi kekeringan ini pengembagan air bersih sangat ditunggu masyarakat,” terangnya.

Dikatakan pada program pengembangan desa wisata, mendapat alokasi Rp7,7 miliar untuk 4 desa. Di antaranya Desa Pandemulyo untuk revitalisasi Tuk Mulyo sebesar Rp1,7 miliar. Pengembangan sirkuit Kedungumpul Rp1,6 miliar. Revitalisasi Sendang Sengon Rp1,1 miliar, dan pengembangan makam Makukuhan Rp1,1 miliar.

“Dalam pengerjaan ya diwajibkan menggunakan tenaga lokal, dengan harapan bisa mengerjakan perekonomian masyarakat sekitar,” harapnya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here