Sehari, 13 Pasien Covid-19 Kota Magelang Sembuh

WAWANCARA. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito saat menjawab pertanyaan awak media,
WAWANCARA. Walikota Magelang, Sigit Widyonindito saat menjawab pertanyaan awak media,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Pasien Covid-19 di Kota Magelang terus bertambah. Data per Selasa (15/9) sudah ditemukan 143 kasus. Namun, di sisi lain angka kesembuhan juga tinggi. Dinas Kesehatan Kota Magelang mencatat, di hari yang sama sebanyak 13 orang dinyatakan sembuh.

”Hari ini (kemarin) ada dua penambahan pasien Covid-19, Ny M (59) Rejowinangun Utara dirawat di RSUD Tidar dan DS (36) perempuan asal Tidar Utara. DS merupakan kontak erat dengan salah satu pasien positif di RSUD Tidar,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, kemarin.

Ia menjelaskan, kapasitas rumah sakit di Kota Magelang sejauh ini masih terpenuhi. Meskipun, jumlah pasien yang berhubungan dengan Covid-19 juga kian bertambah.

Di RSUD Tidar, sebutnya, tengah merawat 17 pasien suspek, 6 warga Kota Magelang dan 11 orang merupakan warga luar Kota Magelang. Kemudian rumah sakit milik Pemkot Magelang itu juga merawat pasien positif Covid-19 sebanyak 10 orang. Mereka terdiri dari seorang pasien asal Kota Magelang, dan 9 lainnya merupakan warga luar daerah.

Kemudian, RST Dr Soedjono tengah merawat 4 kasus konfirmasi positif Covid-19 asal Kota Magelang, dan 1 orang probale, serta 6 konfirmasi positif berasal dari luar Kota Magelang. Total RST Dr Soedjono merawat 11 orang.

Kemudian, RSJ Prof Dr Soerojo Kota Magelang, sedikitnya merawat 8 orang suspek, terdiri dari satu orang warga Kota Magelang, dan 7 lainnya adalah warga luar Kota Magelang. Lalu, RSUD Budi Rahayu, merawat 3 pasien konfirmasi positif asal Kota Magelang.

Baca Juga
Operasi Yustisi, Tindak Warga yang Tak Pakai Masker

”Pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Budi Rahayu dan rumah sakit lainnya sudah dinyatakan sembuh. Total saat ini, yang sembuh dari pasien terkonfirmasi positif di Kota Magelang sebanyak 107 orang,” jelas Majid.

Meski demikian, angka kematian juga bertambah. Itu setelah seorang probable meninggal dunia. Saat ini, kematian dugaan akibat Covid-19 mencapai 28 orang.

Sementara itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito turut prihatin dengan lonjakan pasien Covid-19 pada gelombang kedua ini. Padahal rentang waktu sebulan lebih, sejak Juni hingga Juli 2020 lalu, Kota Magelang sempat nihil pasien terkonfirmasi, sehingga menjadi zona hijau.

”Pemerintah menyadari bahwa kasus pertama semenjak kita nihil itu karena ada riwayat bepergian ke luar daerah. Pulang-pulang, tidak tahu membawa virus itu. Jadi saya mohon dengan sangat, masyarakat untuk sementara kalau tidak benar-benar mendesak jangan bepergian dulu,” tandasnya.

Ia juga berharap, masyarakat secara sadar menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Perwal No 30 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. Termasuk untuk sementara menghindari menerima tamu dari luar daerah, terlebih dari zona merah.

”Meskipun itu keluarga kita, tapi tidak tahu riwayatnya seperti apa. Sekarang saja DKI Jakarta sudah PSBB, karena lonjakan pasien Covid-19 tidak terkendali, terus bertambah. Untuk itu, saya berharap, semua sektor memberikan edukasi, karena jika masyarakatnya patuh menerapkan protokol kesehatan, maka penyebaran virus corona ini bisa kita putus,” jelasnya.

Sigit juga mengatakan bahwa Kota Magelang belum perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, aktivitas maupun kegiatan masyarakat harus tetap berjalan, karena berhubungan dengan kondusivitas daerah. Namun dengan catatan protokol kesehatan yang ketat, dan juga menaati imbauan agar tak menerima tamu dan berpergian.

”Selama ini, Pemkot Magelang telah bergerak cepat, melakukan tracing dan upaya pencegahan. Begitu ada yang bergejala, mereka langsung dikarantina, diuji swab, sehingga tidak menular kemana-mana,” pungkasnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here