CCAI Ajak Siswa Belajar Memanfaatkan Barang Bekas

WORKSHOP.Kepala SD Samban 01 (kiri) dan CAE CCAI (tengah) Satria Ramadhani menerima perlengkapan workshop daring “Planting & Crafting” 

MAGELANGEKSPRES.COM,SEMARANG – Plastik telah menjadi kebutuhan dalam kehidupaan sehari – hari, namun karena usianya yang panjang, plastik dapat berpengaruh buruk terhadap lingkungan jika dibuang di sembarang tempat. Salah satu cara menanggulanginya adalah dengan mendaur ulang sampah plastik, misalnya menjadi pot tanaman, tempat pensil, bunga, dan berbagai barang kerajinan lainnya. Jadi merupakan tanggung jawab bersama, agar material ajaib ini tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sadar akan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan pemanfaatan barang bekas sejak dini, Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) bersama Coca Cola Amatil Indonesia  (CCAI) menggelar edukasi untuk siswa -siswi SD yang berjudul “Planting & Crafting”. Kegiatan yang diikuti oleh 151 peserta dari 8 SD ini mengambil materi pelestarian lingkungan dengan cara  memanfaatkan barang bekas terutama plastik, sebagai fokus utamanya. Dalam kegiatan edukasi yang dilakukan secara virtual ini anak – anak juga diajak untuk meneliti dan merawat sayur – sayuran, mulai dari proses penanaman, hingga cara untuk mengatasi serangan hama.

“Acara juga diisi dengan lomba hasil karya daur ulang botol plastik serta meneliti perkembangan tanaman, kami ajak anak – anak untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengolah plastik kemasan menjadi pot tanaman,” kata Kristanto Irawan dari Komunitas TUK Salatiga di sela – sela kegiatan.

Dia menambahkan anak – anak diajari menanam tanaman yang paling mudah, yaitu jenis sayuran. Dia ingin anak – anak tahu bahwa mereka juga bisa menyelamatkan lingkungan serta menjaganya. Kristanto menuturkan, acara diisi dengan perlombaan mengenai membuat pot dan meneliti tanaman sayur. “Agar tidak bosan, kami juga memberikan beberapa hadiah seperti tas berikut perlengkapan sekolah, seragam olahraga, notes, dan mug bagi anak – anak yang aktif bertanya selama kegiatan virtual”.

Dody, dari Komunitas TUK menjelaskan, untuk membuat botol bekas menjadi pot, dapat Digambar dengan spidol, lalu diwarnai dengan cat, untuk kemudian dipotong sebagian menjadi pot tanaman, ”caranya sangat mudah, gambar sesuai keinginan, lalu dicat dan dipotong untuk menjadi pot.”. Kokom juga memberikan contoh dengan menanam beberapa bibit tanaman sayur berupa sawi, kangkung dan bayam. ”Untuk media tanam bisa menggunakan tanah dan sekam dengan perbandingan satu banding satu.”. Menurut Kokom, media tanam tidak boleh terlalu padat saat bibit sayur dimasukkan ke pot. “Sebelum bibit dimasukkan ke media tanam, buat lubang terlebih dahulu, lubangnya bisa seukuran jari, dan jangan terlalu dalam. Lalu masukkan bibit kemudian tutup denga media tanam dan siram air secukupnya,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan perawatan tanaman yang berlanjut hingga akhir bulan September ini nantinya akan dipilih 12 peserta terbaik dalam pembuatan pot dan 10 peserta terbaik dalam merawat tanaman sayur. “Pemenangnya masing – masing akan mendapatkan voucher paket data senilai 150 rb, untuk dapat digunakan dalam kegiatan belajar yang hingga saat ini masih dilakukan secara daring,” imbuh Satria Ramadhani, selaku Corporate Affair Executive Coca – Cola Amatil Indonesia, Central Java Operation. “Senang sekali melihat sawi dan bayamku tumbuh dan mengeluarkan tunasnya, ternyata kegiatan ini mudah dilakukan dan menyenangkan,” kata Arif, siswa SD Samban 01 yang menjadi salah satu peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here