17 Orang Terjaring Operasi, Disanksi Sebut Nama Pahlawan hingga Ucap Pancasila

YUSTISI. Petugas gabungan sedang menertibkan warga yang kedapatan tidak memakai masker diruang publik. Hal itu guna mencegah penyebaran Covid 19.
YUSTISI. Petugas gabungan sedang menertibkan warga yang kedapatan tidak memakai masker diruang publik. Hal itu guna mencegah penyebaran Covid 19.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Petugas gabungan dari unsur Polres Magelang, Kodim 0705/Magelang dan Satpol PP Kabupaten Magelang gelar Operasi Yustisi pada Selasa (15/9/2020), dengan diikuti oleh 52 petugas gabungan. Dalam kesempatan itu, tim juga memberikan solusi bagi warga yang tidak memakai masker, dengan memberikan masker gratis.

“Namun sebelumnya, warga yang tidak memakai masker tersebut kami kenakan sanksi dengan menyebutkan nama-nama pahlawan nasional, atau menyanyikan lagu wajib,” papar Kabag Ops Polres Magelang Kompol Maryadi SH.

Hasil yang didapat teguran 17 orang, menyebutkan nama tokoh nasional delapan orang, menghafalkan Pancasila enam orang, menyanyikan lagu nasional empat orang, pembagian masker 25 orang, dan jumlah 35 pelanggaran.

Dikatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Inpres No 6 Tahun 2020, dan Peraturan Bupati Magelang No 38, terkait tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Baca Juga
Sehari, 13 Pasien Covid-19 Kota Magelang Sembuh

“Dengan sasaran orang yang tidak memakai masker, yang masih berkerumun tanpa jaga jarak, dan juga termasuk menertibkan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) yang kami temui dijalan,” ucap Maryadi.

Adapun lokasi kegiatan meliputi beberapa titik di Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan, yaitu di Candi Mendut, Palbapang Mungkid, Paremono Mungkid, Blabak dan Pasar Sraten Mertoyudan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Maryadi juga membawa 1000 masker yang akan dibagikan kepada warga yang tidak memakai masker.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang, Wisnu Harjanto, mengatakan, dalam kegiatan itu juga dilakukan penertiban kepada Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT). Kendati demikian hanya diberikan teguran saja.

“Jika ditemui PGOT, hanya diberikan teguran saja, karena pemerintah khususnya Dinas Sosial belum bisa menampung mereka, akibat pandemi Covid 19 ini.

Harapannya ada Pondok Pesantren atau asrama Nasrani, secara sukarela kerjasama untuk menampung, namun saat ini, di Magelang belum ada,” tutur Wisnu.(cha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here