UPSK Targetkan 200 Penyandang Disabilitas Intelektual

KONSULTASI. Salah satu penyandang disabilitas mental sedang berkonsultasi dengan petugas BBRSPDI di Kecamatan Bulu, 
KONSULTASI. Salah satu penyandang disabilitas mental sedang berkonsultasi dengan petugas BBRSPDI di Kecamatan Bulu, 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, menargetkan 200 penyandang disabilitas intelektual dalam kegiatan unit pelayanan sosial keliling (UPSK).

Pelaksana Tugas Kepala BBRSPDI Kartini, Langgeng Setiawan mengatakan, UPSK kali ini akan dilakukan di empat kecamatan yang masing-masingnya minimal 200 penyandang disabilitas mental bisa dilayani.

“UPSK akan kami lakukan selama dua hari yakni tanggal 14-15 September ini, hari ini (red_Senin) dan besok (Red_selasa),” terangnya, Senin (14/9).

Ia menyebutkan, empat kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan ini yakni, Kecamatan Bulu, Ngadirejo, Tembarak, dan Kecamatan Kandangan. Sebelumnya kegiatan serupa juga sudah dilakukan dibeberapa titik.

“Akan kami lakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di empat kecamatan ini saja. Target kami bisa melakukan kegiatan ini disemua kecamatan yang ada di Temanggung,” katanya.

Kegiatan UPSK merupakan salah satu akses dari bisnis proses atensi rehabilitasi sosial penyandang disabilitas yang dilaksanakan sebagai salah satu UPT dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI.

“Ini hanya salah satu kegiatan saja, masih ada kegiatan yang lainnya untuk penyandang disabilitas mental,” ujarnya.

Menurut dia kegiatan UPSK bersifat lintas sektoral sehingga penyelenggaraannya diperlukan keterlibatan berbagai instansi terkait utamanya jajaran pemerintah daerah di lokasi kegiatan. UPSK juga dilaksanakan untuk mengantisipasi keterbatasan sarana pelayanan sosial yang ada saat ini.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk melaksanakan assesmen awal sehingga akan mendapatkan data yang kemudian akan dipetakan sesuai kemampuan penerima manfaat, potensi lingkungan dan kondisi serta dukungan keluarga dan masyarakat untuk memperoleh layanan berbasis residensial berbasis keluarga, berbasis masyarakat dan atau referral ke lembaga lain sesuai kedisabilitasannya,” katanya.

Langgeng menuturkan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan BBRSPDI Temanggung, yang rutin dilakukan setiap tahun melalui UPSK untuk menjangkau para penyandang disabilitas yang ada di masyarakat atau keluarga guna mendapatkan pelayanan.

“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi para penyandang disabilitas intelektual khususnya untuk mendapatkan layanan dari BBRSPDI,” katanya.

Ia menyampaikan kegiatan yang sama sebelumnya, pada pekan lalu dilaksanakan di Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

“Dilain Kabupaten kami juga melakukan hal yang sama, tujuannya juga sama,” katanya.

Sementara itu salah satu orang tua dari penyandang disabilitas mental Bawono berharap, dari kegiatan seperti ini bisa ada tindak lanjutnya, sehingga penyandang disabilitas mental bisa lebih diperhatikan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah bisa konsultasi langsung, harapan saya ada tindakan selanjutnya. Karena penyandang disabiltas mental seperti anak saya ini memang butuh perhatian khusus,”harapnya.(set)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here