‘Ular-ular’ Peliharaan Rossi Menggigit di MotoGP San Marino

'Ular-ular' Peliharaan Rossi Menggigit di MotoGP San Marino
'Ular-ular' Peliharaan Rossi Menggigit di MotoGP San Marino

MAGELANGEKSPRES.COM,Misano – MotoGP San Marino 2020 bisa memberi Valentino Rossi kepuasan besar. Kendati gagal podium, para ‘ular-ular’ peliharaannya bisa menggigit di kampung halamannya.

MotoGP San Marino 2020 digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (13/9/2020), dan berjalan ketat sejak awal. Franco Morbidelli, yang start dari posisi kedua, tampil cemerlang.

Rider Petronas Yamaha SRT itu keluar sebagai pemenang, dengan catatan waktu 42 menit 02.272 detik. Morbidelli mengasapi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia (Pramac Ducati) serta Joan Mir (Suzuki), yang berada di peringkat kedua dan ketiga.

Rossi sendiri nyaris mendapatkan podium di San Marino. Namun, ia bisa tersalip Mir sehingga hanya bisa finis keempat di seri balapan kampung halamannya.

Hasil MotoGP San Marino 2020 menjadi sejarah bagi VR46 Academy. Untuk pertama kalinya, akademi balap milik Rossi itu bisa menghasilkan pemenang di MotoGP.

Sejarah kian manis, sebab Bagnaia juga jebolan VR46 Academy. Ia merupakan rekan seangkatan Morbidelli saat menimba ilmu balapan di sekolah milik Rossi.

Morbidelli naik kelas ke MotoGP sejak 2018, sementara Bagnaia semusim berselang. Musim ini, keduanya sama-sama meraih podium pertamanya, di mana Morbidelli sempat finis kedua di MotoGP Republik Ceko.

Bahkan, balapan San Marino bisa dibilang menjadi panggung jebolan VR46 Academy lainnya. Sebab di pentas Moto2, Luca Marini dan Marco Bezzecchi juga bisa finis satu-dua, di mana keduanya juga didikan Rossi.

Melihat performa Morbidelli dan Bagnaia, juga rider VR46 Academy lainnya, Rossi bangga bukan main. Ia mengaku telah menghasilkan rider berbakat dari akademi, yang sejak 2014 ia dirikan.

“Kami memelihara ular,” canda Rossi tentang pembalap Akademi MotoGP-nya, dilansir Autosport.

“Ini merupakan kepuasan yang sangat besar, karena menurut saya, ini adalah sesuatu yang unik di level ini. Jika kami berhasil membawa kami bertiga naik podium, itu akan menjadi hal yang bersejarah.”

“Saya agak sedih, karena saya satu-satunya yang kalah. Tapi di sisi lain, saya senang,” jelasnya.

Rossi mengaku impiannya terkait VR46 Academy bisa terwujud. Ia pun menyebut, para rider akademinya akan menjadi penerus jika dirinya pensiun kelak.

“Ada momen selama balapan, di mana saya bertanya pada diri sendiri, siapa, sih, yang membuat Akademi itu? Sungguh, ini kepuasan yang luar biasa karena kami bekerja setiap hari untuk membuat mereka berkembang,” lanjut pebalap Monster Energy Yamaha itu.

“Kami melakukan hal yang hebat untuk balap motor Italia. Sayang sekali, mereka menjadi begitu kuat, begitu cepat! [bercanda]. Tapi ketika saya berhenti, kami masih bisa mendukung pebalap sendiri. Jadi, saya senang,” ujar pebalap berusia 41 tahun itu. (net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here