Stok Air Bersih Melimpah

ANTRE. Sejumlah warga di Kecamatan Gemawang sedang antre untuk mendapatkan air bersih.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Memaskui pertengahan bulan September 2020 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung sudah mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik di tiga kecamatan.

“Belum banyak masyarakat yang meminta bantuan air bersih, namun kalaupun ada kami akan langsung memberikan bantuan air bersih yang dibutuhkan masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei, Senin (14/9).

Ia menuturkan, musim kemarau saat ini tidak sepanjang musim kemarau tahun 2019 lalu, sehingga permintaan air bersih masih belum begitu banyak.

Di awal bulan Agustus lalu masih beberapa kali turun hujan, sehingga mata air di sejumlah desa yang biasa menjadi daerah rawan kekeringan masih mengeluarkan air bersih.

Sehingga katanya, hingga pertengahan bulan September ini pihaknya baru mendistribusikan bantuan air bersih di tiga kecamatan yang terdiri atas tiga titik. Ketiga kecamatan tersebut meliputi Tlogomulyo tiga titik, Kaloran satu titik, dan di Kecamatan Gemawang dua titik.

“Sampai baru ini baru enam titik, distribusi air bersih kami lakukan rutin ke enam titik di tiga kecamatan tersebut,” terangnya.

Menurut dia pendistribusian pertama pada dilakukan pada 19 Agustus 2020 di wilayah Kecamatan Tlogomulyo. Hingga saat ini total bantuan air  bersih yang telah didistribusikan sebanyak 21 tangki.

“Di bulan Agustus hanya satu titik saja, kemudian di bulan September ini ada tambahan permintaan dari lima titik di dua kecamatan,” terangnya.

Disebutkan pada tahun ini BPBD mendapat anggaran sebanyak Rp108,7 juta atau senilai untuk penyaluran air bersih sebanyak 500 tangki.

Baca Juga
Krisis Air Bersih Mulai Melanda Wilayah Mertoyudan dan Mungkid

Ia berharap kalau memang ada desa/kelurahan atau dusun yang mengalami masalah kekeringan atau kekurangan air bersih bisa mengajukan surat permohonan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti.

“Silakan melalui desa/kelurahan mengajukan surat permohonan air bersih dan kami akan menindaklanjutinya karena stok kami masih banyak,” katanya.

Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena jika tidak cukup pihaknya telah bekerjasama dengan perusahaan atau perbankan yang biasa memberikan kontribusi terhadap masalah kekurangan air bersih ini.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini hampir rutin dilakukan setiap tahun pada musim kemarau. Pada 2019 BPBD mendapatkan anggaran penetapan APBD untuk mendistribusikan air bersih sebanyak 48 tangki. Kemudian di anggaran perubahan sebanyak 367 tangki, bantuan dari provinsi 100 tangki, dan dari CSR total mencapai sekitar 900 tangki.

“Masyarakat yang sudah mengalami kekurangan air bersih, agar melaporkan ke perangkat desa setempat. Kemudian perangkat desa mengajukan permintaan bantuan air bersih ke kami. Lalu kami akan melakukan survei dan jika memang sudah membutuhkan akan segera kami kirim bantuan air bersih,” pesannya. (set)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here