Lima Anggota Teratai Jalanan Diamankan, Diduga Aniaya Warga di Desa Plipiran

DIAMANKAN. Lima anggota Teratai Jalanan diamankan polisi atas dugaan kasus penganiayaan di Desa Plipiran Kecamatan Bruno, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Lima orang warga Kabupaten Wonosobo yang mengaku sebagai kelompok Teratai Jalanan (Terjal) diamankan Satreskrim Polres Purworejo. Mereka diduga terlibat dalam kasus penganiayaan di Desa Plipiran Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo pada Kamis (10/9) malam lalu.

Kelima pelaku berinisial YWP (27), STR (28), AG (21), AS (22), dan FM (19). Masing-masing dibekuk di rumahnya di Kabupaten Wonosobo.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agil Widyas Sampurna SIK MH menerangkan, peristiwa itu bermula ketika sekitar 100 orang berpakaian seragam berlogo organisasi Terjal mengendarai sepeda motor. pada saat Kamis (10/9) sekitar pukul 22.30 WIB. Pada saat melewati Desa Plipiran itulah, mereka membuat keonaran dengan cara menggeber-geberkan motor mereka sehingga diingatkan oleh warga.

Tidak terima dengan sikap warga, rombongan kembali dalam jumlah yang lebih banyak dan melakukan pemukulan terhadap warga serta melakukan perusakan pos ronda.

Akibat kejadian itu, seorang warga bernama Suryadi dipukuli dan dirusak motornya. Tak hanya itu. Beberapa warga juga tak luput dari amukan kelompok Terjal.

Fahruji, warga yang sedang duduk di tepi jalan pun menjadi sasaran amukan. Begitu juga Salomon dan Wagiyo yang berusaha melerai malah terkena bogem mentah dari kelompok yang bertindak brutal itu. Gerombolan pendekar jalanan itu juga merusak pos ronda di Desa Plipiran.

Baca juga
PPKKMB UMP Hadirkan Mendikbud dan Sandiaga Uno

“Setelah nenerima laporan dari warga, Polres Purworejo segera melakukan penyidikan dan meminta keterangan dari 23 saksi serta menetapkan lima orang sebagai tersangka,” kata AKP Agil  didampingi Kabag Ops AKP Minarto dan Kasubag Humas Polres Iptu Siti Komariyah saat konferensi pers di Polres Purworejo, Senin (14/9).

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain berupa 3 buah batu berukuran sedang, sebatang kayu Albasia, sebatang bambu, serta satu unit sepeda motor yang dirusak oleh pelaku.

Atas perbuatannya, kelima tersangka terancam pasal 170 KUHP tentang Kekerasan Terhadap Orang atau Barang dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun.

AKP Agil menambahkan, adanya peristiwa tersebut perlu menjadi pembelajaran masyarakat. Pihaknya berpesan untuk menciptakan suasana kondusif dengan tidak menimbulkan keonaran yang berakibat merugikan dirinya sendiri atau lingkungan.

“Mari bersama-sama kita ciptakan suasana yang kondusif,” tegasnya. (top)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here