Biji Nangka dan Susu Kambing Diolah Jadi Dodol Bergizi

    MENDESAIN. Salah satu mahasiswa tim PKM-K UMP Dodol Idola mendesain kemasan produknya secara mandiri di rumahnya, 
    MENDESAIN. Salah satu mahasiswa tim PKM-K UMP Dodol Idola mendesain kemasan produknya secara mandiri di rumahnya, 

    MAGELANGEKSPRES.COM,Masa pendemi Covid-19 tidak menjadi penghalang untuk berinovasi dan berkreativitas. Hal itu dibuktikan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan menciptakan inovasi produk kuliner berupa Dodol Ekstra Biji Nangka dan Susu Kambing Etawa (Dodol Idola) yang bermanfaat bagi kesehatan tulang.

    Dodol merupakan salah satu makanan khas bertekstur kenyal di banyak daerah yang digemari masyarakat berbagai kalangan dan usia. Saat ini dodol sudah dipasarkan lebih luas, terutama di tempat-tempat pariwisata dengan kemasan yang menarik. Dodol telah mampu menjadi ciri khas pada suatu daerah wisata dan banyak dijadikan buah tangan wisatawan.

    Melihat Dodol Idola memnag cukup unik dan inovatif. Produk kuliner itu merupakan perpaduan limbah biji nangka dan susu kambing etawa. Setelah diteliti ternyata kaya fosfor sehingga bermanfaat untuk kesehatan tulang.

    Produk tersebut diciptakan mahasiswa melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang berhasil didanai oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2020. Tim dari Dodol Idola terdiri atas 3 mahasiswa.

    Mereka adalah Prasita Puspita Sari mahasiswa PGSD angkatan tahun 2018 sebagai ketua tim, Fitria Amallia mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2017, dan Slamet Widodo mahasiswa PGSD angkatan 2017 sebagai anggota tim. Ketiganya mendapatkan pendampingan langsung oleh Dosen Pembimbing, Suyoto MPd.

    “Masa pendemi bukan berarti masa untuk rebahan namun masa dimana kita harus berfikir bagaimana cara untuk memanfaatkan sebuah teknologi sebagai media jualan konsep,” kata Prasita, Rabu (2/9).

    Menurutnya, berdasarkan literasi yang berkembang diketahui bahwa kandungan gizi yaitu, kalori 165 kal, protein 4,2 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 36,7 g, fosfor 200 mg/100g, vitamin A 0 SI, vitamin B 0,2 mg, vitamin C 10 mg dan kalsium 33 mg. Kebutuhan fosfor pada anak-anak sebanyak 400 mg/hari dan bagi orang dewasa 600 mg/hari.

    Adapun susu kambing dalam 100 g mengandung protein 3,6 g, lemak 3,8 g, dan berbagai vitamin serta mineral. Kandungan gizi dalam susu kambing dapat meningkatkan pertumbuhan serta menjaga keseimbangan proses metabolisme, mendukung pertumbuhan  tulang dan memperlambat osteoporosis atau kerapukan tulang.

    “Kandungan fosfor yang tinggi pada biji nangka bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, karena fosfor pada tubuh manusia berfungsi untuk menunjang dalam pembentukan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi,” sebutnya.

    Dosen Pembimbing, Suyoto MPd, menjelaskan bahwa pada tahun ini ad 12 proposal PKM yang lolos dan didanai Kemenristek Dikti. Dodol Idola menjadi salah satunya.

    Namun, PKM-K tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Meningat masih dalam masa pandemi, proses produksi massal untuk seluruh produk kreativitas ditiadakan. Mahasiswa hanya diminta membuat konsep atau prototipe selanjutnya dituangkan pada laporan-laporan atau kajian yang relevan.

    “Jadi memang agak berbeda. Untuk menghindari kerumunan, produksi dalam jumlah banyak yang biasanya ada, tahun ini ditiadakan. Namun, ini tidak mengurangi daya kreativitas mahasiswa karena mereka juga berproses sejak awal hingga akhir,” jelas Suyoto. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here